Kripikfilm

Kripikfilm

By Rangga Adithia
Podcast mingguan yang memuat ocehan menyesatkan soal perfilman, dari cinta-cintaan sampai setan-setanan, sinema lokal maupun dari seberang lautan, dibawakan oleh host ngawur yang ngomongnya amburadul dan bahasanya kagak santun.
Where to listen
Breaker Logo
Google Podcasts Logo
Pocket Casts Logo
RadioPublic Logo
Spotify Logo
KripikRipiu 15: Little Women, Harta Yang Paling Berharga Adalah Keluarga
Little Women nantinya memang akan banyak memberikan pesan moral (klo kata film kita), tidak hanya tentang arti keluarga, tapi juga kebaikan antar sesama manusia. Greta Gerwig menyampaikan semua itu tanpa sedikit pun terkesan menggurui, membiarkan penontonnya menyerap sendiri dari apa yang dilihat dari babak ke babak, selama 135 menit durasinya yang terasa sekejap.
12:44
February 16, 2020
KripikRipiu 14: Birds of Prey, Kiat Cepat Move On Dari Mantan Ala Harley Quinn
Meski isi otaknya ancur binti gesrek, berstatus partner in crime dari pangeran kejahatan, biang keladi keonaran dan demennya berantem, tapi seorang Harley Quinn tetaplah cewek rapuh dibalik kebrutalannya. Bisa nangis, bisa patah hati, bisa menggalau, Harley Quinn tetaplah manusia, dan Birds of Prey memanusiakan dirinya.
12:32
February 9, 2020
KripikRipiu 13: Mangkujiwo, Film Horor Sakit Dengan Cerita Berbelit-Belit
"Mangkujiwo" punya potensi menjadi horor yang beda dari yang lain, mengekor apa yang udah dilakuin "Kafir Bersekutu dengan Setan" di tahun 2018 lalu, yang sama-sama disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis. Jika horor lokal umumnya manfaatkan penampakan hantu yang bertubi-tubi untuk meneror penonton, "Mangkujiwo" justru meneror tanpa hantu sejak awal.
14:40
January 31, 2020
KripikRipiu 12: Akhir Kisah Cinta Si Doel, Pamitan Berbuah Senyum Kagak Ikhlas
Klo ada yang namanya alternate universe, gue ngebayangin Bang Mandra yang akhirnya bisa nyanyik killing me softly, killing me softly, killing me softly sekarang, bareng ama kekasih hatinye, Munaroh. Setelah gagal dua kali ngelamar Munaroh, setelah dua kali nerima surat yang bikin Bang Mandra sedih, gue kira 'Akhir Kisah Cinta Si Doel' bakal kasih keadilan yang setimpal buat nasib Bang Mandra, tapi lagi-lagi harapan itu digantung, mirip jemuran basah yang enggak kering-kering.
12:49
January 24, 2020
KripikRipiu 11: 1917, Mahakarya Sinema Persembahan Sam Mendes
'1917' memberikan pengalaman sinematik yang komplit, tidak saja datang dari sisi teknikal yang maha dahsyat--khususnya pergerakan kamera yang membuat film ini terasa seperti satu kali pengambilan gambar yang panjang, tapi juga datang dari George MacKay dan Dean-Charles Chapman yang berlakon luar biasa, hingga gue berhasil diyakini semua di film ini adalah betulan perang. Dari apa yang nantinya terlihat dan terdengar, '1917' telah hadirkan perjalanan tak terlupakan, 2 jam yang mendebarkan.
12:30
January 20, 2020
KripikRipiu 10: Bad Boys for Life, Nostalgila Bersama Mike dan Marcus
Serasa bertemu temen lama, sudah pasti Bad Boys For Life hadirkan sebuah nostalgia, khususnya bagi mereka yang emang demen sama dua predesesornya. Setelah 17 tahun, seneng rasanya bisa ketemu lagi sama Mike dan Marcus, bisa ketawa bareng, ngetawain taiknya mimik si Martin Lawrence, serius nih orang nga usah ngomong juga udah kocak. Eh tapi Bad Boys For Life bukan sekedar ngasih cerita lucu untuk ditertawakan doang, porsi dramanya pun di luar dugaan cukup mengena, untuk ukuran film yang isinya becandaan, becandaan dan becandaan.
12:39
January 19, 2020
KripikRipiu 09: Surat dari Kematian
Gue kesian sama Carrisa Perruset yang mesti maen di 'Surat dari Kematian' ini, tapi sekaligus juga tertolong dengan kehadirannya, ada sedikit rasa terhibur tatkala mata dan telinga gue sedang tersyiksyahlalala. Sampe film selesai, gue masih penasaran kenapa anak kecil yang maen di rel kereta itu bisa jadi setan penghuni Gama Plaza, padahal seinget gue yang mati kelindes tuh kambing.
18:13
January 10, 2020
KripikRipiu 08: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Sama seperti judulnya yang lumayan panjang, 'Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini' memakan durasi yang tidak sebentar. Akan beda ceritanya jika gue betul-betul bisa menikmati filmnya secara utuh, toh pada kenyataannya dua jam terasa begitu lama, meski belum sampai tahap menyiksa. Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini pada akhirnya memaksa gue untuk duduk di bangku C10, sambil berusaha keras mencari bagian dari filmnya yang membuat gue terkoneksi, relate. Pencarian gue berujung sia-sia.
19:36
January 5, 2020
KripikRipiu 07: Rasuk 2
Gue engga nonton predesesornya, jadi jangan bertanya mana yang lebih bagus atau lebih jelek hahahaha. 'Rasuk 2' masih mewarisi ciri khas lama film-film KKD, meski sudah hijrah tidak membuat horor ngaco lagi, ditambah keseluruhan produksi yang dikemas lebih niat, boleh dikatakan demikian kalau menengok seperti apa K2K dahulu membuat film. Tapi meski sudah berganti logo, tidak lagi memasang piramida gaib, kayaknya gue masih bisa merasakan secuil "keepikan" di film-film KKD sekarang.
27:38
January 3, 2020
KripikPripiu 02: Saint Maud Punya Tips Ngobatin Rematik
Debut penyutradaraan si Rose Glass ini kayaknya bakal sesinting film-film horor sebelumnya dari A24, SAINT MAUD tampak berselimutkan nuansa tidak menyenangkan, mencekam dengan cara yang tidak biasa, di bayangan gue film yang katanya punya elemen The Exorcist dan Carrie ini bakal sekeren The Witch, The Blackcoat's Daughter, Hereditary dan Midsommar. 
12:00
December 31, 2019
KripikRipiu 06: Si Manis Jembatan Ancol
Ini tentangmu... Iya ini tentang Maryam, perempuan manis yang kehidupannya berakhir tragis. Setelah di-ho-oh rame-rame sama penjahat ngepet, mayatnya dibuang ke sungai, terus secara instan jadi arwah penasaran yang mangkalnya di pinggiran jembatan. 'Si Manis Jembatan Ancol" sukses bikin gue terkaget-kaget, bukan sama adegan-adegan kemunculan si hantu Maryam, tapi justru dari bagaimana Anggy Umbara memaparkan sisi penceritaannya. Ada kejutan manis disana, selain visual kematian sadis yang menggemaskan.
24:16
December 28, 2019
KripikPripiu 01: Film Horor Indonesia Butuh Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2
'Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2' tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang muak dengan horor lokal yang gitu-gitu aja, tapi juga karena sinema horor Indonesia sudah darurat tontonan yang brengsek. Sekarang, semua orang bikin film horor, sampe gue kaget melongo pas liat nama Guntur Soehardjanto sebagai sutradara 'Lampor: Keranda Terbang', kok kaget? karena gue tahunya dia spesialis film drama, romansa dan religi, macam 'Tampan Tailor' dan 'Assalamualaikum Beijing'. Ya, semua orang bikin film horor, sayangnya nga semuanya bikin film horor yang bener.
13:43
December 27, 2019
KripikNgoceh 01: Kenapa Podcast?
Kenapa Podcast? Yah, kenapa enggak. Ketika waktu untuk bikin satu episode di kanal youtube semakin mengkerut, saat energi buat menulis habis ditumbalkan demi sesuap nasi uduk dan lele goreng. Satu-satunya wadah yang cocok untuk menampung kegelisahan gue kayaknya emang disini, di podcast. Tinggal rekam dan upload, enggak perlu nunggu mood bener-bener kekumpul kaya bola semangat-nya Goku, baru gue bisa nulis. Trus, enggak perlu ribet syuting dan editing, gue hanya perlu waktu sebentar untuk ngoceh pake recorder. Kenapa Podcast? Yah, bodo amat.
08:46
December 25, 2019
Ngobrolin Headshot Bareng The Mo Brothers (Bagian Kedua)
Pengalaman menarik tatkala di sela-sela aksi tarung berdaya adrenalin kencang, kita juga bisa melihat Ailin dan Ishmael saling bertatap menyembunyikan rasa di balik mata yang memar dan wajah berlumur darah. Mo Brothers saya rasa sudah berhasil mengemas Headshot agar dapat dinikmati tidak hanya penonton seperti saya (yang memang sesat dan bejat), tetapi juga penontonnya Chelsea Islan serta Screenplay. Action sadis yang bertebaran berimbang dengan porsi dramanya, tak sekedar pukul-pukulan tapi ada usaha Mo Brothers untuk merajut cerita, meski penceritaan tetap bukanlah atraksi utama di Headshot.
10:26
December 24, 2019
Ngobrolin Headshot Bareng The Mo Brothers (Bagian Pertama)
Melihat Headshot garapan duo sakit jiwa Mo Brothers (Rumah Dara, Killers) yang pertama kali diingat jelas The Raid, saya tidak pungkiri itu. Apalagi ditambah ada beberapa alumni The Raid/Berandal macam Iko Uwais, Julie Estelle si gadis yang gemar getokin kepala orang pake palu, Very Tri Yulisman dan juga Zack Lee. Tapi tentu saja Timo dan Kimo tidak membuat Headshot untuk jadi The Raid ke-3 atau film action tandingan, kemiripannya berhenti pada pemain dan tema yang sama-sama mengusung banyak adegan aksi brutal.
10:42
December 24, 2019
KripikRipiu 05: Sekala Niskala (The Seen and Unseen)
Sebuah perjalanan mistis dan magis menelusuri hubungan batin yang kuat antara kakak-adik. "Sekala Niskala: The Seen and Unseen" sunyi dalam kata-kata, namun mampu menggebuk keras dada, mengoyak nyeri emosi serta menyeret jiwa untuk rasakan duka, berkat penuturannya yang simbolik-dramatik sekaligus juga puitik-atmosperik. "Sekala Niskala: The Seen and Unseen" lebih horor dari film-film horor Indonesia yang belakangan rilis, penataan suaranya sukses menciptakan bebunyian aneh nan misterius dan hasilkan nuansa cekam yang pekat. Well, beberapa kali dibuat bergidik-asyik saat momen horor itu muncul. Salut untuk Kamila Andini.
10:25
December 23, 2019
KripikRipiu 04: My Generation
Sekilas gue ingat Phil Anselmo bilang "don't underestimate the kid, you're f***ing crazy if you do.” atau kata-kata Marilyn Manson di "Bowling for Columbine" yang intinya anak-anak itu butuh banyak untuk didengarkan. Mau anak jaman dulu atau kid jaman now, yang namanya masalah akan selalu ada, bedanya sekarang mereka punya teknologi untuk menyampaikan keluhan itu, mereka punya caranya sendiri untuk mencurahkan masalah mereka. Salah-satu caranya mungkin akan sebrengsek Zeke dan kawan-kawannya, brengsek hingga akhirnya orang tua mereka lihat itu nga bener. Well, mungkin hanya dengan cara itu Zeke, Suki, Konji dan Orly bisa bebas berpendapat, tanpa harus melulu dikurung dalam label pemberontak dan dijejali banyak ceramah duluan.
10:10
December 23, 2019
KripikRipiu 03: Posesif
'Posesif' adalah tontonan romansa remaja yang beda dari film-film Indonesia bertema sejenis lainnya, tak sekedar menyodorkan sisi romantis dan mengobral momen-momen manis, tetapi juga bakal mengekspos bagian "horor" dari sebuah hubungan sepasang anak remaja, Yudis yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Lala yang diperankan oleh Putri Marino yang cantik-cantik-klasik. Bagaimana perjalanan kisah asmara mereka yang brutal-brutal menggemaskan ini?
10:47
December 23, 2019
KripikRipiu 02: Mereka Yang Tak Terlihat
Lidya (Sophia Latjuba) memiliki dua orang anak perempuan, Saras dan Laras. Saras mempunyai kemampuan melihat "mereka yang tak terlihat" atau biasa kita sebut hantu. Awalnya Saras sangat merasa terganggu dengan bakatnya tersebut, tapi lambat laun dan seiring tumbuh dewasa, dia perlahan mulai menerima sekaligus terbiasa melihat mahkluk-mahkluk dari alam lain berseliweran di depan matanya. Sayangnya, Sang Ibu justru tidak percaya jika Saras memang diberikan kelebihan khusus, meski beberapa kali melihat anaknya bertingkah aneh layaknya kesurupuan. Alih-alih akrab, keduanya sering terlibat cek-cok, hubungan mereka pun jadi tidak harmonis.
10:49
December 23, 2019
KripikRipiu 01: Pengabdi Setan
Setelah (katanya) menunggu 10 tahun agar bisa mengadaptasi Pengabdi Setan (1980) arahan Sisworo Gautama Putra yang kvlt itu, Joko Anwar (Pintu Terlarang) akhirnya diberi restu oleh Rapi Films untuk menggarap Pengabdi Setan versinya sendiri. Tahun ini, benih kengerian dan teror tersebar lewat film terbarunya tersebut, Joko tidak sekedar menghadirkan tontonan horor yang seram-seram-menyenangkan, tapi sekaligus memberikan penghormatan pada film yang dulu sudah memberikannya inspirasi untuk buat film sendiri.
11:12
December 23, 2019