Skip to main content
SMA Islam Al Ghozali

SMA Islam Al Ghozali

By Liyas Syarifuddin
Selamat datang di podcast SMA Islam Al Ghozali podcast kumpulan bahan ajar tingkat SMA untuk membantu guru dan siswa dalam KBM sebagai pengayaan dan literasi,selamat bergabung dan sukses selalu guru Indonesia
Listen on
Where to listen
Apple Podcasts Logo

Apple Podcasts

Breaker Logo

Breaker

Google Podcasts Logo

Google Podcasts

Overcast Logo

Overcast

Pocket Casts Logo

Pocket Casts

RadioPublic Logo

RadioPublic

Spotify Logo

Spotify

Episode 23 - Perubahan Sosial
Materi Sosiologi SMA Kelas XII: PERUBAHAN SOSIAL   Pengertian Perubahan Sosial Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi di masyarakat meliputi perubahan norma-norma sosial, pola-pola sosial, interaksi sosial, pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, serta susunan kekuasaan dan wewenang. Kingsley Davis mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial. Perubahan sosial melekat pada masyarakat dengan kebudayaannya karena alasan-alasan sebagai berikut. Menghadapi masalah-masalah baruKetergantungan pada hubungan antarwarga pewaris kebudayaanLingkungan yang berubah Kecendrungan masyarakat untuk berubah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut. Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada.Timbulnya keinginan untuk mengadakan perbaikan.Kesadaran akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri sehingga berusaha untuk mengadakan perbaikanAdanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.Banyaknya kesulitan yang dihadapi yang memungkinkan manusia berusaha untuk mengatasinyaTingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan adanya keinginan untuk meningkatkan taraf hidupSikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal baru, baik yang datang dari dalam maupun dari luar masyarakatSistem pendidikan yang memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia untuk meraih masa depan yang lebih baik Berikut karakteristik perubahan sosial. Tidak ada masyarakat yang berhenti berubahPerubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu diikuti pula oleh perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya Perubahan yang cepat bisaanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara karena ada proses penyesuaian diri 4. Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal balik yang sangat kuat. Pandangan Para Tokoh tentang Perubahan Sosial Selo soemardjan menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Kingsley Davis menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin melihat perubahan sosial sebagai variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology, maupun karena adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Samuel Koenig menyatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Perubahan sosial dapat berupa kemajuan (progress) atau kemunduran (regress). Kemajuan (progress) terjadi apabila perubahan yang ada mampu menciptakan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan disini diartikan sebagai proses pembangunan masyarakat kearah yang lebih baik. Perubahan yang ada dikatakan berupa kemunduran (regress) apabila perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada aspek tertentu membawa pengaruh yang kurang menguntungkan. Teori Utama Pola Perubahan Sosial Perubahan sosial yang ada akan selalu mengikuti suatu pola dan arah tertentu, menurut Robert H. Lauler terdapat dua teori utama pola perubahan sosial, yaitu : Teori Siklus Melihat perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang. Apa yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan yang telah terjadi sebelumnya. Pola perubahan siklus adalah pola perubahan yang menyerupai spiral.  Teori Perkembangan Penganut teori ini percaya bahwa perubahan dapat diarahkan
10:45
August 14, 2020
Episode 22 - Perempuan-perempuan tangguh
Perempuan-perempuan tangguh penguasa tanah Jawa Muncul asumsi bahwa perempuan merupakan makhluk lemah dan sangat tergantung dengan kaum pria. Benarkah demikian? Jawabnya, tidak. Mengingat banyak perempuan tangguh dilahirkan di bumi. Mereka tidak menyandang predikat perempuan, namun wanita yang dalam pemahaman orang Jawa, wani ditata (berani diatur) dan sekaligus wani nata (berani mengatur) sebagaimana kaum pria. Bukan sekadar berperan turut mengatur rumah tangga, namun juga mengatur negara sebagai seorang ratu. Termaktub dalam sejarah di tanah Jawa, beberapa wanita yang menduduki jabatan sebagai ratu, antara lain: Ratu lay Shima (Kalingga), Pramodhawardhani (Medang periode Jawa Tengah dari Dinasti Sailendra terakhir), Sri Isana Tunggawijaya (Medang Periode Jawa Timur kedua), Tribhuwana Wijayatunggadewi (Majapahit ketiga), dan Sri Suhita (Majapahit keenam). Selain itu, muncul bupati ]epara sebelum era pemerintahan Arya Penangsang di Demak dan semasa pemerintahan Sultan Hadiwijaya di Pajang, yaitu Ratu Kalinyamat. Berkaitan wanita sebagai ratu, tidak hanya ada di Jawa, namun juga di Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sulawesi, semisal Sultanah Nahrasiyah (Samudera Pasai); Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam, Sri Ratu Naqiatuddin Nurul Alam, Sri Ratu Zaqiatuddin lnayat Syah, dan Sri Ratu Zainatuddin Kamalat Syah (Aceh Darussalam); Mahisa Suramardini Warmandewi dan Sphatikarnawa Warmandewi (Salakanagara); Nyi Mas Ratu Patuakan dan Nyi Mas Ratu Inten Dewata (Sumedanglarang); Maharatu Mayang Mulawarni (Kutai Martapura); Tumanurung (Gowa); Sultana Zainab Zulkiyahtuddin, l-Danraja Siti Nafisah Karaeng Langelo, We Maniratu Arung Data, dan Sri Sultana Fatima (Bone); serta Ratu Wa Kaa Kaa dan Ratu Bulawambona (Buton). Selain para ratu dari Jawa dan luar Jawa, banyak perempuan perkasa yang berpredikat sebagai permaisuri, pahlawan, pemikir, politikus, menteri, dan lain-lain, antara lain Nyi Ageng Serang (Mataram), Nyi Ontosoroh, Cut Nyak Dhien (Aceh), Cut Nyak Meutea (Aceh), dan Martha Christina Tiahahu (Maluku). Oleh karena itu, dengan hadirnya konten ini diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi setiap pendengar. Selain menggugah inspirasi dan spirit dalam penyetaraan gender, konten ini akan mampu menguak misteri di balik kelembutan sikap dan tutur kata wanita Jawa khususnya, dan Nusantara pada umumnya, di mana sebelah mata.
03:21
August 3, 2020
Episode 21 - Human in Prehistoric Life of Indonesia
Human Life in prehistoric in Indonesia The life of the people (humans) in prehistoric times is divided into 3 periods. that is: A. The Time of Hunting and gathering (Food Gathering) At this time humans are still physically limited in their efforts in dealing with natural conditions. The level of human thinking that is still low causes his life to move places and depend his life on nature by hunting and gathering food. Praaksara humans can already use simple tools in gathering food. The aids are made of simple sharpened stone, bones. or wood. The characteristics of this era are: 1. The eyes of hunting and gathering food 2. Life move around and not settled (nomadic) 3. Place of residence: caves 4. The tools used are made of stone which is still rough, bones and deer antlers such as: the ax ax, shale tools, bone tools, hand ax B. The period of farming (Food Producing) Enter the Neolithic era. human thinking ability begins to develop. So that an effort arises to prepare an adequate supply of foodstuffs in a certain period. In these efforts, humans grow crops and are no longer dependent on nature. The characteristics of this era are: 1. Has begun to settle 2. Good at making a house as a place to live 3. How to produce food by growing crops or having land 4. Began to form community groups 5. Tools made of wood. horns, bones, bamboo, clay and stone 6. The tools have been sprayed / honed 7. This farming era coincided with the Neolithic era (young stone age) and the Megalithic Age (big stone age) C. The Carpenters Period At this time people are familiar with metal processing techniques. The place for metal processing is called perundagian and the person who is skilled at doing it is called Undagi. 1. Humans have been good at making metal tools with special skills and expertise 2. Already know paddy fields 3. Equipment produced: ax funnel. nekara, knives, plows and metal farming tools 4. Has reached a steady level of socio-economic development There are two ways of making metal, namely mold III (a cire perdue); the object in question is made of wax and covered with wet clay. then burned, Illin melted from the hole made at the bottom. The mold is finished made, liquid metal is poured into oil, after the cold mold is broken. The second is a bivalve mold, using a mold made from wet clay. After drying the molten metal is poured into it and allowed to stand until it is cold then the mold is opened. The dating period is divided into three eras, namely: 1. Copper Age At this time humans use copper as a cultural tool that is only known in some parts of the world. In Southeast Asia, especially Indonesia, there is no known copper age. This is evidenced by the absence of artifacts made and copper. 2. Bronze Age One can mix copper with tin so that a harder metal is obtained. The bronze objects found in Indonesia show similarities to the findings in Dongson (Vietnam), both the shape and pattern of the decoration. This has led to allegations about the cultural relationship that developed in Dongson with Indonesia. 3. Iron Age At this time people have been able to melt iron to be poured into the tools needed, at this time in Indonesia there are not many tools made of iron, only a few such as funnel axes, nekara, knives, plows and metal farming tools. Between the Neolithicum and the metal age megalithic culture flourished. that is, culture that uses big boulders as a tool. even the pinnacle of megalithic culture was precisely in the metal age. Examples of Megalithic culture results: Dolmen are stone tables where offerings are offered to the spirits of the ancestors. Sarcophagus is a place for storing bodies. Generally made of stone. Sarcophagi are often stored above the ground, therefore sarcophagi are often carved. carefully decorated and made. Grave stone, the raw material of this stone crock is a type of tuff rock and sandstone. Like the sarcophagus. This stone tomb serves as a storag
06:10
August 3, 2020
Episode 20 - Sejarah Kelas 10 : Kehidupan Manusia Prasejarah Indonesia
KEHIDUPAN MANUSIA PRASEJARAH DI INDONESIA Kehldupan masyarakat atau manusia pada zaman prasejarah terbagi menjadi 3 periode. yaitu: A. Masa Berburu dan Meramu atau Food Gathering Pada masa ini secara fisik manusia masih terbatas usahanya dalam menghadapi kondisi alam. Tingkat berpikir manusia yang masih rendah menyebabkan hidupnya berpindah-pindah tempat dan menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Manusia praaksara sudah bisa menggunakan alat bantu sederhana dalam mengumpulkan makanan. Alat bantu itu terbuat dari batu yang diasah sederhana, tulang. ataupun kayu. Ciri zaman ini adalah : 1.Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan 2.Hidup berpindah-pindah dan belum menetap atau nomaden 3.Tempat tinggalnya di gua-gua 4.Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa seperti :Kapak perimbas, Alat serpih,Alat tulang, Kapak genggam B. Masa Bercocok tanam atau Food Producing Memasuki zaman Neolithikum. kemampuan berpikir manusia mulai berkembang. Sehingga timbul upaya menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa tertentu. Dalam upaya tersebut maka manusia bercocok tanam dan tidak lagi tergantung kepada alam. Ciri zaman ini adalah : 1. Telah mulai menetap 2. Pandai membuat rumah sebagai tempat tinggal 3. Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma 4. Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat 5. Alat-alat terbuat dari kayu. tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu 6. Alat-alatnya sudah diupam atau diasah 7. Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar) C. Masa Bertukang (perundagian) Pada masa ini masyarakat sudah mengenal teknik-teknik pengolahan logam. Tempat untuk mengolah logam disebut perundagian dan orang yang ahli mengerjakannya disebut Undagi.Ciri zaman ini : 1. Manusia telah pandai membuat alat-alat dari logam dengan keterampilan dan keahlian khusus 2. Sudah mengenal bersawah 3. Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong. nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam 4. Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap Ada dua cara teknik pembuatan logam, yaitu cetakan lllln (a cire perdue); benda yang dimaksud dibuat dari lilin dan ditutup tanah liat basah. lalu dibakar, Illin meleleh dari lubang yang dibuat di bagian bawah. Cetakan selesai dibuat, logam cair dituangkan ke dalam cetakan,setelah dingin cetakan dipecah. Kedua adalah cetakan setangkup (bivalve), menggunakan cetakan terbuat dari tanah liat basah. Setelah kering logam cair dituangkan ke dalamnya dan didiamkan sampai dingin lalu cetakan dibuka. Masa perundagian yang dibagi ke dalam tiga zaman yaitu : 1. Zaman Tembaga Pada zaman ini manusia menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan yang hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara, khususnya lndonesia tidak dikenal adanya zaman tembaga. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukannya artefak-artefak yang dibuat dari tembaga. 2. Zaman Perunggu Orang dapat mencampur tembaga dengan timah sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Benda-benda perunggu yang ditemukan di Indonesia menunjukan persamaan dengan temuan temuan di Dongson (Vietnam), baik bentuk maupun pola hiasannya. Hal ini menimbulkan dugaan tentang adanya hubungan budaya yang berkembang di Dongson dengan di Indonesia. 3. Zaman Besi Pada masa ini orang telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi, hanya beberapa seperti kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam. Antara zaman Neolithikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithikum. yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu batu besar sebagai alatnya. bahkan puncak kebudayaan megalithikum justru pada zaman logam. Contoh hasil kebudayaan Megalithikum : Dolmen : adalah meja batu tempat meletakkan sesaji
06:12
August 3, 2020
Episode 19 - Sosiologi kelas 10 bab 5
Rangkuman materi Sosiologi kelas 10 bab 5 tentang penyimpangan sosial
05:58
August 2, 2020
Episode 18 - Sosiologi kelas 10 bab 3 dan bab 4
Materi Sosiologi kelas 10 bab 3 dan bab 4
11:22
August 2, 2020
Episode 17 - Sosiologi Kelas 10 Bab 1 dan 2
Materi pelajaran Sosiologi kelas 10 bab 1 dan bab 2
07:31
August 2, 2020
Episode 16: PKn Kelas 11 Bab 5
BAB V MENYIRAM INDAHNYA KEADILAN DAN KEDAMAIAN A. Hakikat Perlindungan dan Penegakan Hukum 1. Konsep Perlindungan dan Penegakkan Hukum Perlindungan hukum adalah daya upaya yang dilakukan secara sadar oleh setiap orang maupun lembaga pemerintah, swasta yang bertujuan mengusahakan pengamanan, pengusaan dan pemenuhan kesejahteraan hidup sesuai dengan hak-hak asasi yang ada Unsur-unsur perlindungan hukum : – Adanya perlindungan dari pemerintah kepada warganya – Adanya jaminan kepastian hukum – Berkaitan dengan hak-hak warga negara – Adanya sanksi hukuman bagi pihak yang melanggarnya Contoh peraturan perlindungan hukum : – Hak Cipta (UU No 19 Tahun 2002) – Paten (UU No 14 Tahun 2001) – Merek (UU no 15 Tahun 2001) – Perlindungan Konsumen (UU No Tahun 1999) – Perlindungan Varietas Tanaman (UU N 29 Tahun 2000) – Perlndungan Anak (UU No 32 Tahun 2002) 2. Pentingnya Perlindungan dan Penegakkan Hukum Perlindungan dan penegakan hukum penting dilakukan : – Tegaknya supremasi hukum – Tegaknya keadilan, kebenaran dan kepastian hukum – Mewujudkan perdamaian dalam kehidupan di masyarakat Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum di Indonesia : – Hukumnya – Penegak hukum – Masyarakat – Sarana atau fasilitas yang mendukung penegak hukum – Kebudayaan, yakni sebagai hasil karya 4 B. Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian 1. Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia Peran Kepolisian RI dan Kejaksaan RI dalam penegakkan dan perlindungan hukum : – Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat – Menegakan hukum – Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat dalam rangka terpeliharanya kemanan dalam negeri – Melakukan penangkapan, penahanan, penggeladahan, penyitaan, penyelidikan dan penyidikan – ( UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI ) 2. Peran Kejaksaan Republik Indonesia – Menegakka supremasi hukum – Perlindungan kepentingan umum – Penegakan hak asasi manusia – Pemberantasa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) – ( UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI ) 3. Peran Hakim sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman – Memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara – ( UU No 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman ) 4. Peran Advokat – Memberi bantuan di bidang hukum baik perdata maupun pidana – Memberi nasehat hukum (konsultasi hukum) – Memberikan bantuan hukum aktif baik di dalam maupun di luar pengadilan dengan jalan mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain – ( UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat ) Perlindungan hukum tidak akan terwujud apabila penegakan hukum tidak dilaksanakan, misalnya dalam pelaksanaan hukum masih terjadi penyimpangan, ketidakadilan, ketidaknyamanan, hukum masih tajam kebawah tumpul keatas, tidak ada kesamaan dalam hukum Karena salah satu ciri dari negara demokrasi adalah adanya penegakan hukum (supremasi hukum), artinya bahwa setiap warga negara harus tunduk dan patuh pada hukum atau aturan yang berlaku. Hukum dibuat oleh badan yang berwenang melalui kesepakatan di lembaga legislatif secara demokratis. C. Dinamika Pelanggaran Hukum 1. Berbagai Kasus Pelanggaran Hukum Pelanggaran hukum disebut juga perbuatan melawan hukum, yaitu tindakan seseorang yang tidak sesuai atau bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku. Pelanggaran hukum merupakan pengingkaran kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh peraturan atau hukum yang berlaku. Berikut ini contoh perilaku yang bertentangan dengan hukum yang dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara. a. Keluarga – Mengabaikan perintah orang tua – Menonton tayangan yang tidak boleh ditonton – Ibadah tidak tepat waktu b. Sekolah – Terlambat datang ke sekolah – Bolos mengikuti pelajaran – Mencontek ketika sedang ulangan c. Masyarakat – Main hakim sendiri – Melakukan tindakan diskriminasi kepada orang lain – Membuang sampah sembarangan d. Bangsa dan Negara – Tidak memiliki KTP, SIM – Tidak mematuhi rambu-rambu lalulintas – Merusak fasilitas negara dengan sengaja 2. Macam-Mac
07:50
July 29, 2020
Episode 15 : Rangkuman PKn Kelas 11
Rangkuman mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas 11 SMA yang terdiri dari bab 1, bab 2, bab 3, dan bab 4
59:12
July 29, 2020
Episode 14 : Prakarya
Materi pelajaran prakarya
02:27
July 29, 2020
Episode 13: Mengenal teks prosedur
Materi pelajaran bahasa Indonesia kelas 11 IPS
04:25
July 27, 2020
EPISODE 12 - LEMBAGA SOSIAL
Lermbaga sosial adalah seperangkat aturan yang berisi nilai dan norma sosial untuk mengatur kegiatan dan kebutuhan tertentu, selamat mendengarkan episode ini
32:58
July 7, 2020
Episode 11-MARS AL GHOZALI
Mars Al Ghozali ciptaan Sofjan Effendi MPd
03:38
July 6, 2020
EPISODE 10- PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DAN SOSIOLOGI
Meskipun istilah Sosiologi digunakan pertama kali oleh Aguste Comte, sebelum itu ilmu tentang masyarakat telah menjadi fokus seorang tokoh bernama Ibn-Khaldun. Sehingga kebesaran pemikiran Ibn-Khaldun yang dituangkan dalam karya-karyanya telah banyak memengaruhi pemikiran para sosiolog, filsuf Eropa. Dengan kata lain Ibn-Khaldun, telah mampu membuka sinyal pemikiran-pemikiran para tokoh sosiologi setelahnya. Berikut ini beberapa pemikirannya dari Herbert Spencer, Emile Durkheim, Karl Marx & Hegel. Materi versi vidionya kalian bisa lihat di Youtube di channel Ruang Sosial di link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=8HjCrfXWzRc&t=11s selamat belajar dan selamat mendengarkan
08:12
June 26, 2020
Episode 09 - Lahirnya Ilmu Sosial
Pendahuluan tentang lahirnya ilmu Sosial
05:56
June 18, 2020
Episode 08 -Tokoh Sosiologi Klasik
Dalam episode ini akan diuraikan biografi singkat tokoh sosiologi klasik
21:28
June 12, 2020
Episode 07 -Hakikat sosiologi dan Tokoh² Sosiologi
Episode ini membahas hakikat sosiologi dan tokoh² sosiologi
11:56
June 11, 2020
Episode 06 - Sosiologi sebagai ilmu dan metode
Pada episode ini membahas tentang metode ilmiah,pengertian sosiologi, ciri utama sosiologi sebagai ilmu pengetahuan
13:28
June 10, 2020
Episode 05 - Perkembangan Sosiologi
Perkembangan sosiologi dari masa ke masa diawali pada: ▶Perkembangan awal▶abad pencerahan▶abad revolusi ▶kelahiran sosiologi ▶kelahiran sosiologi modern
14:36
June 8, 2020
Episode 04 -Kejam
Kejam
03:55
June 2, 2020
Episode 03 - Kenangan
Kenangan indah takkan mampu tergapus oleh waktu dan suasana hingga terkubur jasad bersama kenangan itu
02:07
June 1, 2020
Episode 02 - Istriku
Puisi cinta untuk istriku yang paling aku cinta dan sayang
01:45
May 25, 2020
Episode 01 - Malamku
MALAMKU ( 30 September 2018) Bila engkau bertemu malamku Bisikan bahagia kepadanya Kepada jangkrik-jangkrik dan nyamuk-nyamuk nakal Juga kepada gelap dan sunyinya Katakan dengan fasih bahwa aku kesepian Menantinya jutaan detik di tempat ini Aku menunggumu sudah begitu lama Bukan sekedar rindu tapi cinta Bukan sekedar sayang tapi tulus Bukan sekedar khayal tapi realita Bukan harapan palsu tapi harapan pasti Lama mungkin aku katakan ini padamu Harus menempuh perjalanan berliku Waktu 25 tahun tidakklah singkat sayangku Kini kita saling berhadapan dipertemukan oleh waktu Namun dinding tinggi dan tebal bernama pernikahan Telah menaungimu sejak 2010 lalu Hingga tak kuasa tanganku tak mampu menjamahmu Memelukmu bahkan menciummu Kini aku hanyalah penonton setia Dan pemuja rahasia Meskipun dirimu tak kumiliki Aku berharap memiliki cintamu Hingga ujung usiaku…..
02:20
May 24, 2020