Skip to main content
Menjadi Manusia

Menjadi Manusia

By Menjadi Manusia
Menjadi Manusia adalah sebuah social-platform untuk mereka yang ingin berbagi & mendengar cerita-cerita tentang kehidupan dari berbagai sudut pandang, dan diharapkan mampu menjadi sebuah tangga untuk mendapatkan setitik harapan bagi mereka yang memiliki persoalan-persoalan dalam kehidupan.
Listen on
Where to listen
Apple Podcasts Logo

Apple Podcasts

Breaker Logo

Breaker

Castbox Logo

Castbox

Google Podcasts Logo

Google Podcasts

Overcast Logo

Overcast

Pocket Casts Logo

Pocket Casts

RadioPublic Logo

RadioPublic

Spotify Logo

Spotify

Stitcher Logo

Stitcher

79. Masih Tetap Berharap
Dalam masa yang begitu melelahkan, setiap dari kita pasti tetap menyempatkan diri untuk berharap. mulai dari harapan kecil hingga cita-cita yang lama belum tercapai. mungkin bagi sebagian orang, berharap itu menyakitkan, namun berharap itu diperlukan sesekali.
03:04
May 8, 2020
78. Hilang yang Tak Bernama
"Aku tidak begitu yakin. Tapi kurasa, perasaan ini juga mungkin dirasakan oleh banyak orang di luar sana. Yang terlanjur bingung, juga takut, dan tak tau bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikannya."
01:53
May 6, 2020
77. Berhenti Sejenak
"Sebuah alunan instrumental bernuansa alam yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bernapas. Sebelum gelap menyelimuti, ada petang penuh jingga yang patut disyukuri. Selamat mendengarkan."
03:29
May 1, 2020
76. Jatuh Cinta Itu Mudah
Jatuh cinta itu mudah. Mudah dibuatnya gila, mudah dibuatnya bahagia, mudah dibuainya. Iya, mudah—mudah jatuhnya.
02:40
April 29, 2020
75. Untuk Setiap Mimpi Baik yang akan Jadi Nyata
"Walau rasanya semua tak kunjung membaik juga, jangan lupakan fakta bahwa kau pernah jatuh sekali, sebelum akhirnya mampu membawa dirimu bangkit lagi. Dan kau tetap ada hari ini. Percayalah, setiap mimpi baikmu malam ini kelak akan jadi realitamu di akhir hari."
01:53
April 24, 2020
74. Pesan Untukku, Seorang Wanita
"Ya, lalu kau tetap jadi dirimu saja. Karena seperti manusia lainnya, kau punya kesempatan yang sama untuk dikenali dan “ada”. Dan untuk apa pun yang kau punya, kau berhak menunjukkannya; demi apa pun yang kau pilih, kau berhak menjalankannya."
05:38
April 21, 2020
73. Kelak Bahagia akan Kau Temukan Juga
"Untuk yang sedang bersedih hatinya, semoga kau lekas pulih seperti sedia kala. Karena tenang saja, duniamu tak akan hancur malam ini juga. Tak ada luka yang tidak mengering. Dan seperti halnya sedih yang kembali menghampiri, kelak bahagia akan kau temukan juga."
01:39
April 17, 2020
72. Pilu yang Tak Kunjung Jadi Rindu
"Kamu tetap berkelana lupa pulang. Lalu aku menunggu hingga rasanya tunggu ini semakin-makin pilu. Dan tak kunjung jadi rindu. Seiring denganmu yang juga tak mengetuk pintu."
01:20
April 15, 2020
71. Segala yang Baik akan Tetap Baik
Ketika terlalu banyak jiwa mengatakan padamu bahwa kau tak akan pernah bisa lakukan segalanya, duduklah sejenak. Ingatkan lagi dirimu hari ini, bahwa segala yang baik akan tetap baik—seperti hatimu. #KitaCumaPunyaJarak
02:12
April 10, 2020
70. Kita Tak Akan Selamanya Mendengarkan Lagu-Lagu Sedih
"Kita semua pernah patah, terluka, kemudian memilih untuk menyembuhkan luka bersama kesendirian dan seakan takut sekali untuk berkomitmen dan memulai kembali." #KitaCumaPunyaJarak
03:19
April 8, 2020
69. Tenggelam dalam Riuh Alam
Duduklah sejenak, jangan biarkan kepalamu sesak. Satu lagi musik penenang ini hadir untuk menemani hatimu yang gundah. Bersama dengan riuh alam yang menenangkan, semoga lantas damai kelak kau temukan. #KitaCumaPunyaJarak
01:34
April 3, 2020
68. Merasakan Takut Bersama
Jika takut adalah rasa, bukankah ia seharusnya dirasa? Takut yang mengalir dan menelusuri nadi itu secara perlahan akan membawa pertanyaan baru bagi kita. “Apa yang membuat kita takut?” Hingga akhirnya aku mulai menerka-nerka dan menemukan sebuah ketidakpastian. #KitaCumaPunyaJarak
03:01
April 1, 2020
67. Tenang
"Merupakan musik instrumental yang akan menemanimu menenangkan diri kala cemas ataupun lelah mulai kembali menghampiri. Baik untuk didengarkan kala cemas, atau sebagai musik penghantar tidur. Selamat mendengarkan."
01:36
March 27, 2020
66. Tanpa Tepi Tanpa Tetapi
"Segala kita adalah narasi, yang takkan habis diceritakan semesta, sekalipun waktu menunduk minta ampun, mencari akhir dari kita." #KitaCumaPunyaJarak
01:14
March 25, 2020
65. Hari Ini, Kita Cuma Punya Jarak
Hari ini, kita cuma punya jarak, jarak untuk menjaga satu sama lain, melepaskan sejenak lalu menari bebas; pulang menuju palung; membereskan memori-memori di dalam kamar dan bahagia sendiri-sendiri.
03:32
March 20, 2020
64. Kamu Berhak Bahagia
"Tak jarang langkah kaki terlalu lelah. Tapi bukan berarti itu menjadi alasanmu untuk melangkah mundur. Beristirahatlah sejenak. Berjanjilah jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri lagi."
02:30
March 18, 2020
63. Riuh Malam
Sebuah instrumental sebagai teman kalian berkontemplasi.
02:05
March 13, 2020
62. Kintsugi: Sebuah Proses Kehidupan
"Saya rasa sudah sepatutnya hidup dirayakan dengan gempita. Agar kelak kita tetap mengingat bahwa hidup ialah perihal cerita yang akan selalu mendewasakan kita.  Dan kau, kau akan selalu baik-baik saja."
08:03
March 11, 2020
61. Gelisah Sebelum Kejujuran Diungkapkan
Sebuah instrumental sebagai teman kalian berkontemplasi.
02:20
March 6, 2020
60. Suraloka
"Ka, kau tidak tahu saja— kau sudah batara jauh sebelum elokku kauberi nama."
01:08
March 4, 2020
59. Hari Ulang Tahun
"Kita punya segalanya, serba cukup. Hanya waktu yang menjadi barang langka. Maka, hari ini terserah apa pun yang kamu hendak perbuat. Mau berlayar ke pulau sebrang, jalan-jalan ke kaki gunung, berenang di kolam air panas, atau apa? Hari ini milikmu. Mari bercerita tentang apa saja." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
05:26
February 28, 2020
58. Berat Beban
"suatu hari bebanmu akan kurang dari beratmu, percayalah."
01:49
February 26, 2020
57. Merayakan Kehilangan
"Di malam-malam itu, kita tidak pernah membicarakan kehilangan. Mungkin kita terlalu optimis tentang hidup, bahwa anak-anaklah yang bakal mempersiapkan rumah terakhir kita, mereka yang akan mengantar kita menuju ke peristirahatan yang abadi." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
04:36
February 21, 2020
56. Merengkuh Perih
“Tuhan hadir dalam reruntuhan hidup.” Kau baca puisi itu dengan takjub. Pagi itu, di kamar yang tertutup, Kau mengucap: “aku masih bertahan. Tenagaku masih cukup.”
01:37
February 19, 2020
55. Tentang Cinta
"Baginya, cinta tak harus akurat secara hitungan. Komunikasi tidak harus dijalin dan sepasang insan tidak wajib memahami satu sama lain. Jika ada satu yang berkhianat, sebaiknya jangan dibalas.  Kata siapa kiri dan kanan mesti selalu seimbang? Dan, sejak kapan cinta menjadi perhitungan?" Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
03:20
February 14, 2020
54. Hari Ini Tidak Hujan
"Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba."
01:51
February 12, 2020
53. Pertemuan Tanpa Kata-Kata
"Aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi jika tidak ada bahasa? Jangan-jangan, kata-kata hanya sebuah topeng yang selalu menutupi perasaan kita. Bisa jadi, bahasa adalah bukti, bahwa manusia sering kali gagal mengungkapkan rasa." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
03:27
February 7, 2020
52. Menertawakan Kematian
"Diluar, perang dan banjir sama-sama tak pernah surut. Anak-anak kita pergi jadi serdadu dan pulang jadi debu dan bubuk mesiu."
01:21
February 5, 2020
51. Sebuah Kecupan di Pipi
"Seketika aku sadar, bibir sering sekali menjadi mangsa. Ia seolah bukti atas cinta yang tidak ada habisnya. Sementara itu, bagaimana dengan pipi kita? Apakah ia ladang yang sepi atau rute tersembunyi untuk setiap tetes air mata?" Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
03:08
January 31, 2020
50. Ruang Renjana
"Tanyakan kita padanya, Kan kau dengar kidung tentang renjana yang menyesakkan rongga, menjelma menjadi ruang yang kini kau ratapi."
01:23
January 29, 2020
49. Tidur, Nak
Tidur, Nak... Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan.
02:40
January 22, 2020
48. Kita Adalah Sebuah Stasiun
"Di stasiun, hujan jatuh tak mengenal musim. Ia turun ketika gerbong-gerbong datang, menjemput kebahagiaan dan menurunkan kesedihan, atau justru sebaliknya."
01:02
January 15, 2020
47. Titik Buta
"Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya."
02:25
January 8, 2020
46. Toko
"Bangunan itu sempat lama kosong. Tinggalah coretan-coretan umpatan di tembok hasil peninggalan sang pemuda tadi. Sang pemilik baru memutuskan untuk menjadikan bangunan itu sebagai toko. Tapi sayang, meskipun terkadang barang-barang di toko itu diobral gede-gedean, tetap saja tak ada pelanggan."
02:31
January 1, 2020
45. Salah
"Sungguh sebuah ironi. Bahkan di kota sepadat ini, aku masih merasa sepi. Disaat ratusan—bahkan ribuan—orang diluar sana sedang sibuk melanjutkan hidupnya, aku malah memilih diam dan berkubang dalam kesedihan. Ah biarlah, mereka bukan aku. Dan mereka tidak akan pernah mengerti rasanya menjadi aku." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
09:57
December 27, 2019
44. Menjelma Karya Sastra
"Aku bisa menjelma puisi, senantiasa melindungi seorang kamu dari antologi rasa. Aku dapat menjelma cerpen, selalu membantu seorang kamu kabur dari realitas masa. Aku tentu menjelma novel, sepenuh hati membelai rambutmu yang kini memanjang,"
01:37
December 25, 2019
43. Teh Hangat & Alunan Melodi Lembut
"Tentang kamu yang telah pergi dan singgah ke lain hati. Tentang kamu yang telah hilang dan datang ke lain hati. Tentang kamu yang telah berlalu dan menetap di lain hati." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
04:05
December 20, 2019
42. Makna yang Kesepian
"Aku berkelana menyusuri tiap tiap pemikiran yang sudah tenang, saat tanya sudah termaknai. Lalu aku kembali berkelana di pemikiran yang putus asa akan sebuah makna. Tujuanku selanjutnya ada pada tanya yang terlihat bahagia, tapi dapat kurasakan kekosongan yang dirasa."
02:24
December 18, 2019
41. Air Mata Kota
"Jika serakah lebih besar dan lebih cepat daripada tetes air yang kembali siap dikonsumsi, Jika yang tersedia lebih sedikit daripada yang diminta, Bukankah ini genosida?" Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
05:16
December 13, 2019
40. Suatu Hari Nanti
"Suatu hari nanti, akan kau temukan aku di sudut lemari tuamu, bersembunyi di balik setumpuk pakaian lama yang kau tanggalkan, jauh di dalam sebuah kotak usang yang sudah lama kau tinggalkan, sendirian menanti untuk kembali kau temukan."
03:48
December 11, 2019
39. Mencukupi Hal yang Tidak Pernah Tercukupi
"Mengapa kata dan rasa cukup diciptakan jika memang kita tidak akan pernah merasa cukup? Mengapa harus ada nilai cukup, jika yang terbaik adalah ia yang mendapatkan jauh lebih besar dari nilai rata-rata? Mengapa kita selalu merasa bahwa kita pantas diberi upah lebih, padahal mungkin yang sekarang sudah cukup?" Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
06:07
December 6, 2019
38. Untuk Setiap Singgah Yang Tak Pernah Menjadikannya Rumah
"Mereka yang dulunya selalu bersama, kemudian jadi asing untuk satu dan yang lainnya. Mereka yang pernah buat janji, kemudian harus mengingkari karena tak lagi mampu mengisi. Pun mereka yang telah tiada, sedikit banyak juga meninggalkan luka untuk alpa yang kini akan selalu ada."
04:52
December 4, 2019
37. Sajak Rindu untuk Jogjakarta
"Menurutnya Jogja indah begitu adanya. Setiap jengkal, setiap sudut, bahkan setiap sisi Kota Jogjakarta memiliki keelokan yang kerap kali sulit dideskripsikan dengan sekedarnya kata-kata. Atau mungkin semua itu karena setiap jengkalnya memiliki cerita." Powered by Anchor (https://anchor.fm/)
11:30
November 29, 2019
36. Resap
"Semakin aku menggenggam bayangan hitammu, semakin resap luka yang aku ciptakan sendiri, semakin berbahaya duka yang tak aku inginkan. Bila ketika jatuh padamu menyakitkan, aku rela mengambil luka yang tak pernah aku pikirkan, menggenggam senyap dan kekosongan yang berbisa."
02:18
November 26, 2019
35. Merempuh Sang Hayat
"Kehidupan adalah entitas, jangan sampai selamanya jadi ampas. Digerus oleh cemas yang memenuhi kapasitas. Bangkitlah, sebab perlu perayaan bagi setiap kegagalan yang dibiarkan tandas."
00:60
November 19, 2019
34. Musim Hujan
"Di jalanan, kemungkinan adalah genangan, dan kenangan adalah lubang. Saat hujan datang, anak-anak di dalam diriku tidak pernah bisa membedakan keduanya."
01:15
November 13, 2019
33. Insidental
"Sementara suaka tawamu tetap bermukim di cuacaku. Dan kemarau panjang mengering retak di ambang kalimatmu. Hingga, aku bisa saja menjadi bayang yang membias di sampingmu atau menjadi udara yang menyublim di tawangmu."
01:42
November 5, 2019
32. Kalau Maaf adalah Manusia
"Ketika menyakiti seseorang sekali, ampunan akan kita dapati. Sekali dua kali, hingga kita lupa sudah berapa kali, hingga akhirnya dosa tak lagi terampuni. Dan maaf, tak lagi jadi solusi."
02:29
October 18, 2019
31. Untuk Seseorang yang Ditinggalkan
"Kepercayaan adalah hal yang paling kau sembunyikan. Dari siapapun yang mencoba memasukimu. Entah sebagai tamu atau anjing peliharaanmu."
02:14
September 30, 2019
30. Sama
"Keduanya mengajarkan pedoman hidup. Tentang memilah baik dan buruk, benar dan salah, dan bertahan saat senang dan susah."
01:24
September 24, 2019
29. Semacam Rindu
"Jika menulis adalah salah satu cara untuk mengukir keabadian. Sepertinya aku telah salah mengukir rinduku padamu lewat tulisan."
01:21
September 6, 2019
28. Konsep Pendewasaan
"Usaha mu tidak selamanya dihargai oleh orang lain, bahkan tidak semua niat baikmu dapat diterima dengan baik pula. Tetapi satu hal pasti yang saya pelajari dari semakin bertambahnya usia adalah belajar mendewasa. Semua orang tumbuh dan bertambah usia, tetapi hanya sedikit yang bertambah dewasa."
01:15
September 2, 2019
27. Serangan Fajar
"Serangan fajar itu nyata, katanya. Menunggu untuk menyerang mereka yang tidak awas, menghancurkan apa yang tidak mereka sadari mereka miliki, menanti waktu yang tepat untuk mencuri sampai akhirnya mereka sadari bahwa hilang kini telah jadi teman mereka yang pasti."
04:18
August 16, 2019
26. Pesan Untuk Pesta yang Tak Pernah Berhenti Dirayakan
"Kau selalu membiarkan adanya perayaan pesta yang tak selalu indah dan menyenangkan,. Padahal kau tahu, kau hanya sendirian."
01:22
August 13, 2019
25. Istirahat Sesaat
" Iya, ibukota kita ini lucu ya? Tak ada “ibu” di dalamnya. Tak ada hangat yang membuat kita ingin berlama-lama ada di tengahnya. Kalau mau tetap hidup, ya harus mampu bertahan. Kalau tidak, ya kau mati dibunuh oleh pelakon yang lain. "
04:24
August 8, 2019
24. Akan Jadi Apa
"Tentu bukan sebuah kebohongan. Namun tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar."
01:34
August 3, 2019
23. Bintang Hati
"Hati setiap manusia itu banyak menyimpan rahasia. Mungkin hanya segelintir orang yang bisa menemui hatinya sendiri karena, kita semua juga tahu bahwa hati sulit untuk diselami."
03:11
July 30, 2019
22. Aku, Kau & Kita yang Tidak Pernah Selesai
"Doa yang kau tumpuk menjadi satu dalam lemari itu sudah berdebu. Bahkan Tuhan tak sudi mengabulkan semua itu, karena sudah tidak ada lagi pembeda dari kata tinggal dan tanggal."
01:48
July 23, 2019
21. Melawan Awan
"Langit menyapa, hujan membara. Angin bercengkrama dan kilat bercahaya. Maka biarkanlah aku melawan awan."
01:42
July 16, 2019
20. Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian
"Tapi kesunyian dan kesendirian punya suara yang lebih nyaring daripada kepedihan."
01:39
July 4, 2019
19. Perihal Tumbuh, Jangan Cepat-Cepat
"Jangan cepat-cepat. Kalau kau takut tak akan ada satu pun lelaki di dunia ini yang akan mencintaimu di akhir hari......"
02:25
July 2, 2019
18. Cinta Tak Semenakutkan Itu, Sayang
" Cinta tidak akan menghancurkanmu, sayang. Tidak selama kau yakin bahwa engkau tidak bisa dihancurkan."
02:29
June 21, 2019
17. Sembuh
" Kau tahu, kau bisa memilih untuk siap. Kau tahu, kau bisa belajar untuk menerima."
03:05
June 17, 2019
16. Bersahabat dengan Gelap
"Aku lelah berperang oleh musuh yang tak dapat kulihat. Percuma saja menutup kedua telingakurapat, sebab musuhku telah nyaman bersarang di dalam diriku."
02:32
June 13, 2019
15. ...akan selalu hijau, bukan hanya rumputnya.
 “taman tetanggaku yang itu tidak lebih hijau rumputnya, namun lebih banyak warna yang tercipta di tiap pot bunganya,” 
03:24
June 11, 2019
14. Renungan
"Angkat kepalamu dan bersyukurlah atas apa yang sedang kau jalani...."
03:38
May 27, 2019
13. Ketika Dicintai oleh Diri Sendiri
Ditulis oleh Dhingga Hererha, Disuarakan oleh Annisaa Cattelya & Bryan Diesyandri. Musik oleh Ara Alfahmi
05:01
May 8, 2019
12. Cerita Jam 12 Malam
Ditulis oleh: Chika Bagaskara,  Disuarakan oleh: Chika Bagaskara, Musik oleh: Ara Alfahmi
03:49
April 30, 2019
11. Cinta yang Tak Dibahas Orang
Ditulis oleh: Dhingga Hererha Disuarakan oleh: Annisaa Cattlya Scoring oleh: Ara Alfahmi
01:50
February 25, 2019
10. Catatan dari Seorang Manusia Lamban
 Ditulis oleh: Dhingga Hererha Disuarakan oleh: Annisaa Cattelya
04:38
January 13, 2019
9. Jika Saja Kamu Mau
Ditulis oleh: Steffany Chandra Disuarakan oleh: Yudhistira & Anastasya Scoring oleh: Ara Alfahmi
03:20
December 1, 2018
8. Merasakan yang Dialami Pengidap Skizofrenia
Pengalaman suara hadir untuk kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan dalam bentuk simulasi.
01:52
November 28, 2018
7. Saling
 Ditulis oleh: Yudhistira Disuarakan oleh: Bryan Diesyandri
04:47
November 28, 2018
6. Guratan Garis Tangan
 Ditulis oleh: Chika Bagaskara Disuarakan oleh: Chika Bagaskara
01:56
November 28, 2018
5. Sabtu Pagi
Ditulis oleh: Ulfi Disuarakan oleh: Ulfi
04:33
November 28, 2018
4. Belajar Memahami
Ditulis oleh: Fionasari Igracia Disuarakan oleh: Ibrahim Hanif
01:48
November 28, 2018
3. Perihal Waktu
Ditulis oleh: Adam Alfares Abednego Disuarakan oleh: Ibrahim Hanif
03:17
November 28, 2018
2. Tentang Cinta
Ditulis oleh: Adam Alfares Abednego Disuarakan oleh: Ibrahim Hanif
04:11
November 28, 2018
1. Menjadi Manusia
Ditulis oleh: Adam Alfares Abednego Disuarakan oleh: Ibrahim Hanif
01:46
November 27, 2018