Skip to main content
Psikologid

Psikologid

By Komunitas Psikologi Digital
Psikologid Podcast adalah Audio-Series dari Komunitas Psikologi Digital yang akan banyak membahas mengenai psikologi aplikatif, pengembangan diri dan kesehatan mental.
Listen on
Where to listen
Apple Podcasts Logo

Apple Podcasts

Spotify Logo

Spotify

Kategori dan Jenis Mimpi dalam Psikologi (Day Dreaming, Nighmares, Sleep Paralysis, Vivid & Lucid Dream)
Mimpi yang kita alami secara umum memiliki beberapa ciri dan kategori tertentu dan dapat dibedakan menjadi beberapa hal berikut ini : Normal Dream adalah mimpi Rapid Eye Movement (REM) maupun Non-REM (meskipun jarang) yang kita alami sepanjang malam. Dalam kondisi normal dream kita seperti sedang menyaksikan sebuah tayangan atau berperan namun tidak menyadarinya. Cirinya adalah kita tidak bisa mengatur dan cenderung pasif dalam mimpi ini, ketika mimpinya tidak terlalu berkesan, maka sebagian besar juga bisa kita lupakan ketika bangun. Normal Dream dapat ditingkatkan menjadi mimpi yang jelas (Vivid Dream) dan mimpi yang kita sadari (Lucid Dream) maupun mimpi yang menakutkan (Nightmares) tergantung tingkat kejelasan, kesadaran atau seberapa emosional mimpi tersebut. Sedikit berbeda dengan Normal Dream, Day Dreaming adalah sebuah lamunan, hal ini mungkin terjadi ketika kita ada dalam kondisi nyaman dan gelombang otak kita berpindah dari Beta ke Alfa, lalu kemudian masuk perlahan dalam kondisi Tetha. Day Dreaming umumnya terjadi pada saat kita masih setengah sadar, dan bisa muncul dalam bentuk kilasan ingatan maupun khayalan kita akan sesuatu hal. Ketika seseorang masuk terlalu dalam ke Day Dreaming, ia bisa saja menjadi tertidur dan bermimpi. Dalam beberapa proses kreatif, baik itu melukis, menciptakan lagu, tari ataupun film bisa jadi beberapa orang juga menggunakan Day Dreaming, karena biasanya dalam kondisi inilah seseorang bisa memiliki daya khayal yang tinggi dan bisa menyatukan antara realita dan imajinasi secara baik.
14:35
January 8, 2021
Gangguan Tidur : Insomnia, Parasomnia, Narkolepsi.
Kita mungkin akrab dengan istilah insomnia yang secara definisi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidurnya. Insomnia sendiri menyebabkannya penderitanya tidak memiliki cukup tidur dan mempengaruhi kualitas kehidupan sehari-hari. Menurut Sleep Gorders Center (SGC), sekitar 10 - 30 persen orang dewasa mengalaminya. Insomnia sendiri dibedakan menjadi Primer dan Sekunder. Insomnia Primer : Masalah tidur yang tidak terkait dengan masalah kesehatan atau psikologis lainnya. Biasanya disebabkan oleh kurangnya kualitas tidur (Fase Rapid Eye Movement) dalam siklus tidur yang disebabkan oleh pola tidur dan juga lingkungan tempat tidur yang kurang nyaman bagi seseorang. Insomnia Sekunder : Biasanya disebabkan oleh masalah lain seperti kesehatan, psikologis atau terdapat rasa sakit tertentu yang membuat seseorang terbangun dari tidurnya. Dalam beberapa kasus beban pikiran juga membuat sulit tidur serta ritme circadian yang berganti secara mendadak seperti efek "Jet Lag" juga bisa berpengaruh sebagai penyebab dari insomnia ini.
12:05
December 24, 2020
Mimpi dalam Sudut Pandang Psikologi
"I don't dream at night, I dream all day; I dream for a living." ~ Steven Spielberg Jika bicara mengenai mimpi, maka kita tidak bisa melepaskan diri dari sudut pandang psikologi dalam menjelaskannya. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai "jiwa manusia" (berdasarkan definisinya), namun karena sifat "jiwa" yang abstrak, maka psikologi mempelajari manifestasinya yang dikenal dengan perilaku manusia. Perilaku manusia yang dipelajari meliputi pemikiran, perasaan, tindakan dan segala sesuatu yang terkait di dalamnya. Salah satu karya klasik yang hingga saat ini masih menjadi sumber referensi dalam memandang mimpi dan psikologi adalah "The Interpretation of Dreams" karya Sigmund Freud (1899). Buku ini merupakan pintu masuk teori yang dapat menjelaskan mimpi dengan lebih ilmiah serta melepaskan diri dari pendekatan mistis seperti pengaruh roh jahat ataupun pesan dari para dewa. Dalam perkembangannya buku ini juga mendapatkan banyak kritik dan sejumlah penolakan, sama seperti pendekatan psikoanalisa yang di populerkan oleh Sigmund Freud beberapa teorinya cukup fenomenal karena menjelaskan mimpi dari sudut pandang seksualitas, hal yang terpendam serta keinginan terdalam manusia. Dengarkan Podcastnya untuk info lebih lanjut!
14:54
December 3, 2020
Apa yang sebenarnya terjadi ketika kita tidur? (Podcast Lucid Dream)
Jika kita masih beranggapan bahwa tidur adalah kondisi di mana kita menjadi tidak sadar, maka itu tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa fungsi tubuh yang masih bekerja ketika kita tidur, dan dalam istilah biologis hal ini disebut sebagai sistem saraf otonom. Sistem saraf ini terkoneksi melalui otak dan sumsum tulang belakang kita yang bertanggungjawab untuk melakukan fungsi tubuh secara otomatis seperti memastikan keadaan tetap normal dan seimbang dengan mengatur fungsi jantung, hati, paru-paru, sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Jadi pada tingkatan tertentu, otak dan indera kita masih tetap aktif. Ini jugalah alasan kenapa kita bisa mendengarkan bunyi alarm ataupun suasana suhu ruangan bisa mempengaruhi ketidaknyamanan tidur. Definisi tidur bukanlah sekedar "beristirahat" tapi proses alamiah ketika tubuh melakukan restorasi (perbaikan diri), detoksifikasi (Pengeluaran racun) dan juga memberikan kesempatan pada sistem imunitas untuk mengembalikan kembali keadaan atau memulihkan diri setelah seharian beraktifitas
06:36
November 27, 2020
Kebutuhan akan tidur dan Ritme Circadia - Podcast Lucid Dream
Hampir sepertiga hidup kita dihabiskan untuk tidur. Setidaknya itulah yang rata-rata dilakukan oleh sebagian besar orang. Seperempat dari tidur kita sebenarnya adalah tidur bermimpi, jadi jika dihitung, sepanjang hidup kita tidur selama 25 tahun dan bermimpi selama 7 tahun, ternyata waktu yang cukup lama kan? Tubuh kita memerlukan tidur dalam waktu dan jarak yang teratur. Jika kita tidur kurang dari 4 jam atau lebih dari 15 jam, maka itu akan berakibat kurang baik bagi kesehatan tubuh, pikiran maupun emosi kita. Karena pada dasarnya, tidur adalah proses pemulihan diri secara alami yang sangat kita butuhkan. Bahkan ketika kita mengalami berbagai masalah fisik maupun emosional, salah satu obat terbaiknya adalah dengan berisirahat dan tidur berkualitas.
05:21
November 25, 2020
Life Traps - Mengenali berbagai penjara mental dan jebakan hidup. (Bagian 1)
“A trap is only a trap if you don't know about it. If you know about it, it's a challenge." ~ C. Tom Miéville Life Trap adalah jebakan yang tanpa sadar dimiliki oleh setiap dari kita, biasanya dibentuk oleh nilai atau belief system yang salah yang menyangkut cara pandang terhadap diri sendiri dan lingkungan. Life traps juga dapat dibentuk dari pengaruh serta perlakuan oleh orang terdekat, dan yang lebih berbahaya bisa diciptakan oleh orang tua melalui pola asuh yang kurang tepat di masa kita kecil. Life Traps adalah perangkap yang tercipta dari pengalaman buruk di masa lalu atau masa kecil kita. Seperti kejadian: Pernah ditinggalkan, dikritik berlebihan, terlalu sering dibandingkan, pernah dilecehkan, diambil keuntungan dari orang lain, pernah dibully atau diasingkan oleh lingkungan sosial, kasih sayang dan penerimaan yang tidak cukup, sering ditakut-takuti, dibentak berlebihan, terus diperintah, pola asuh orang tua yang over protektif, orang tua yang selalu memanjakan anak, dan lainnya. Intinya kejadian tidak menyenangkan tersebut muncul pada saat kita masih dalam proses pembentukan belief system. Dalam beberapa cara, akhirnya perangkap ini menetap hingga kita dewasa, dan tanpa sadar kita seringkali memunculkan situasi yang sama dimana kita pernah dilecehkan, ditinggalkan, dianiaya atau lainnya, padahal dalam situasi dan rentan waktu yang berbeda. Dengarkan lebih rinci mengenai pembahasan life traps melalui audio podcast kami ya!
16:08
November 11, 2020
Life Traps - Mengenali berbagai penjara mental dan jebakan hidup. (Bagian 2)
Perasaan takut gagal yang berlebihan, merasa pecundang, selalu merasa salah dalam setiap aspek kehidupannya. Rasa percaya diri yang rendah adalah penampakan luar dari seseorang dengan jebakan kehidupan dengan tipe ini. Jebakan hidup ini umumnya disebabkan oleh label yang diberikan ketika kecil, selalu dicemooh, dianggap bodoh, dianggap tidak mampu, tidak terampil, ataupun malas. Saat dewasa, seseorang dengan jebakan ini selalu mendramatisir kegagalannya, merasa gagal karena tidak mampu mendapatkan nilai terbaik, tidak mampu melakukan sesuatu yang baru, atau ragu-ragu dalam melakukan tindakan, adalah hal-hal yang bisa kita amati pada orang dengan jebakan failure ini. Bagi orang tersebut, semua yang akan dilakukan atau bahkan telah dilakukan selalu merupakan sekumpulan kegagalan. Failure mirip dengan Defectiveness, dan biasanya kedua jebakan ini bisa muncul secara bersamaan. Kunci dari melepaskan diri dari kedua jebakan ini adalah dengan mengembangkan potensi terdalam yang kita miliki, karena setiap orang pasti memiliki keunikan dan bakatnya tersendiri. Selengkapnya bisa di dengarkan pada Audio kali ini.
13:02
October 7, 2020
Limiting Belief - Apa yang sebenarnya membatasi diri kita?
“Knowing where the trap is—that's the first step in face it.”. ~ Frank Herbert Kita seringkali “terjebak” dalam beberapa hal yang bahkan tidak kita inginkan, seperti pola atau kesalahan yang berulang, seringkali kita sadar, tapi entah kenapa terasa sulit untuk berubah dari “jebakan” tersebut. Sebagai contoh, ada beberapa orang yang selalu ingin dihargai dan penghargaan itu tidak pernah cukup baginya, ada pula yang merasa selalu ditinggalkan dan mengasihani diri sendiri tanpa henti, sedangkan orang lain merasa tidak layak untuk mengerjakan apa yang dikerjakan saat ini. Ada pula kasus dimana di dalam pekerjaan kita tidak berani mengambil keputusan atau keluar dari zona nyaman. Dalam konteks hubungan, ada pula mereka selalu berganti pasangan dan tidak pernah merasa puas serta tidak tahu sebenarnya apa yang mereka inginkan dan cari. Dari sisi pekerjaan juga terdapat mereka yang selalu berusaha mencari kesempurnaan sehingga kehilangan moment berharga saat ini. Dan masih banyak lagi kejadian lainnya dalam diri kita yang sepertinya berulang, kesalahan yang sama yang terjadi dan menghambat kita dalam menemukan kunci keberhasilan dalam hidup. Jebakan hidup hampir dimiliki dan dilalui oleh banyak orang dalam fase hidup mereka, bahkan dalam dunia pendidikan beberapa anak tidak bisa belajar dengan efektif karena terkurung dalam pemikiran "bodoh" akibat tidak bisa mengerjakan satu atau dua jenis pelajaran yang memang bukan keahliannya atau malah kurang tepat dalam mempelajari metodenya. Dalam dunia olahraga, sebelum mencoba berbagai macam latihan, terdapat metode di mana seorang atlet terlebih dahulu membayangkan atau memberikan gambaran secara visual melalui mental mereka agar tubuh mereka secara bawah sadar sudah terlebih dahulu "akrab" dengan latihan atau gerakan tertentu, metode ini juga bermanfaat untuk melepaskan diri dari "jebakan pikiran" yang merasa tidak bisa, tidak mampu atau kesulitan dalam mencapai sesuatu hal yang baru.
09:46
September 24, 2020
Growth vs Fixed Mindset - Kepercayaan & pola pikir yang saling mempengaruhi
"You don't know what your abilities are until you make a full commitment to developing them." ~ Carol S. Dweck Seorang peneliti bernama Carol Dweck melakukan penelitian kurang lebih 30 tahun dan mempublikasikan hasilnya dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success. Dalam bukunya tersebut Carol Dweck sempat mengungkapkan jawaban tentang kenapa sebagian orang bisa sukses dan berhasil, sementara sebagian lainnya tidak, padahal mereka memiliki bakat yang sama-sama baik, dan ternyata semua itu di hubungkan dengan proses berpikir dan persepsi seseorang dalam memandang segala sesuatunya. Ia kemudian menjelaskan dengan lebih sederhana dalam perbedaan mindset, dan membaginya  ke dalam dua tipe karakter, yaitu mereka yang memiliki Fixed Mindset dan Growth Mindset. Secara sederhana mereka yang memiliki Fixed Mindset, berarti memiliki pola pikir yang tetap dan percaya bahwa cara yang di lakukan adalah yang paling tepat serta sulit menerima perubahan yang ada, mereka juga percaya bahwa segala sesuatunya, termasuk kecerdasaan, karakter dan kesuksesan adalah sesuatu yang pasti atau merupakan bakat alami. Berbeda dengan Fixed Mindset, Growth Mindset adalah mereka yang memiliki pola pikir yang terus bertumbuh, mau beradaptasi dengan perubahan dan juga senang memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Growth mindset juga memandang segala sesuatu sebagai peluang, jika mereka mampu berubah dan belajar dari setiap kejadian yang ada. Selalu ada kesempatan untuk berubah, yaitu ketika kita menyadari bahwa ada yang perlu di perbaiki demi kehidupan yang lebih baik, demikian juga dengan pola pikir, kita bisa memutuskan mindset kita untuk tetap stagnan atau berubah dan mampu beradaptasi dengan keadaan yang ada. Sebagai bentuk dari analisa mandiri, kita juga bisa memperhatikan beberapa perbedaan yang seringkali di munculkan oleh mereka dengan Fixed ataupun Growth Mindset. Dengarkan lebih lanjut melalui Podcast kali ini dan miliki juga edisi cetak selengkapnya dari buku "The Secret of Mindset"
10:07
September 7, 2020
Bagaimana kepercayaan bisa terbentuk?
Selalu ada alasan atas segala sesuatu, demikian juga dengan Belief System yang tercipta serta kita yakini dalam hidup. Terdapat proses yang mungkin tidak kita sadari, namun bisa kita kenali. Berikut ini kita akan mempelajari berbagai proses dalam pembentukannya di mulai dari beberapa masa penting dimana sebuah keyakinan atau nilai menjadi menetap dan kita percayai : Masa Imprint (usia 0 sampai 7 tahun), masa ini di bagi menjadi 0-3 tahun, yaitu ketika seorang anak ada dalam periode "emasnya" dimana pikiran bawah sadarnya mampu menyerap apa saja yang di perhadapkan kepadanya, belum ada pemikiran kritis untuk memfilter semua informasi yang ada, jadi apapun yang ia alami pada usia ini bisa terserap secara langsung, baik itu ide, pengalaman, ataupun semua ucapan dari orang terdekatnya. Setelah itu, di usia 4-7 tahun, pikiran kritis mulai berkembang, mulai melakukan analisa terhadap apa yang terjadi di sekitar. Pada tujuh tahun pertama inilah peranan orangtua sebagai pemberi nilai hidup sangat berpengaruh dalam diri seorang anak. Masa Modeling (Mulai usia 7 sampai 14 tahun - Remaja awal), pada saat inilah seseorang biasanya mencontoh atau memodel orang yang ia kagumi dan juga sayangi, bisa jadi itu adalah orangtuanya, teman terdekat, guru dan juga tokoh imajinasi yang berpengaruh dalam hidupnya. Ia bisa saja meniru kebiasaan, pola tingkah laku, gaya hidup dan juga hal-hal yang di lakukan oranglain karena di anggapnya baik. Intinya, teladan atau siapa role model seseorang sangat penting di masa ini, untuk di jadikan sebagai pedoman dalam menjalani hidup ke depannya. Masa Sosial (Mulai usia 14 tahun hingga 21 tahun - Dewasa awal), saat dimana seseorang belajar hal baru tidak lagi orang terdekat dan juga orang yang ia kenal, tapi juga dari dunia secara luas. Pengalaman sepanjang hidup, keputusan yang di lakukan serta pilihan-pilihan hidup juga turut membentuk nilai yang ada di dalamnya. Pada masa inilah seseorang sebenarnya menentukan belief systemnya sendiri, tentang apa yang ia yakini dan akan ia lakukan di masa depan. Selain melalui berinteraksi secara langsung dengan dunia luar, pada masa sosial inilah setiap minat yang terkait dengan diri seseorang juga bisa menjadi sumber masukan bagi nilainya, seperti apa saja buku yang ia baca, film yang ia saksikan, komunitas serta tempat-tempat yang ia kunjungi dan berkesan di dalam diri. Selengkapnya bisa di dengarkan di Audio Podcast
17:01
August 25, 2020
Semua di mulai dari apa yang kita percayai.
Seorang pria yang sedang berjalan-jalan ke suatu sirkus melewati seekor gajah, pada saat itu ada satu hal yang menarik perhatiannya, yaitu gajah yang besar ini di ikat oleh sebuah tali yang kecil dan tidak bisa kemana-mana, ia bahkan tidak berusaha melepaskan diri dari tali tersebut. Karena penasaran, pria itu mendatangi pawang gajah dan bertanya : "Kenapa gajah itu hanya diam saja dan tidak mencoba untuk kabur?" Pawang itu pun menjawab : " Sejak dari sangat kecil, gajah itu terikat oleh tali, ia mencoba berulang kali untuk meloloskan diri dan memutuskan talinya, tapi karena saat itu tenaganya belum kuat, ia tidak mampu. Dan kini, saat ia dewasa, ia masih percaya bahwa tali tersebut tidak bisa di putuskan, jadi ia tidak pernah lagi mencoba untuk meloloskan diri." Melalui kisah tersebut, izinkan saya bertanya kepada diri Anda. Berapa banyak dari kita yang sudah percaya akan kegagalan akibat pengalaman di masa lalu? Bisa jadi, pola pikir kita yang salah membuat kita takut untuk bergerak, melangkah dan berbuat sesuatu. Padahal jika mau jujur, kenyataan tidaklah selalu seburuk apa yang kita bayangkan. Untuk itulah kita perlu memahami bagaimana pola pikir itu tercipta dari apa yang kita percayai, karena pola pikir bisa membangun diri atau malah menghancurkan, ketika tidak di kelola secara baik. Mindset atau pola pikir adalah sekumpulan kepercayaan / belief system yang kita yakini dan mempengaruhi cara kita dalam berpikir dan berperilaku. Melalui Mindset ini jugalah tanpa sadar kita memaknai berbagai hal dalam hidup kita, yang pada akhirnya turut menentukan respon kita atas segala sesuatu.
09:20
August 14, 2020
Zona Nyaman, Antara Tidak ingin atau tidak bisa berubah - Audio The Secret of Mindset
"Step outside your Comfort Zone, because that's the only way you're going to grow." ~ Madeline Brewer Kita sebagai manusia memiliki kecenderungan untuk tidak nyaman ketika harus berubah, merasa ingin ada di posisi yang sama, Hal ini dikarenakan pada saat bicara mengenai keluar dari zona nyaman, itu artinya kita harus meninggalkan rutinitas dan pola perilaku yang selama ini kita lakukan, dan hal itu bisa memunculkan stres, kecemasan dan beresiko yang padahal selama ini kita hindari terjadi dalam hidup. Di dalam Zona Nyaman kita merasa aman dan pasti, serta terhindar dari berbagai resiko dan ketidakpastian hidup. Bahkan di salah satu teori yang dipublikasikan di New York Times, Zona nyaman didefinisikan sebagai keadaan suhu yang paling nyaman (berkisar antara 20 - 25 derajat), dimana kita tidak merasakan panas ataupun dingin yang berlebihan, dan saat itulah tubuh kita merasa nyaman. Kenapa banyak orang juga sulit keluar dari Zona Nyaman? Karena pada dasarnya mereka memang menjadikan zona nyaman sebagai tujuan dari kehidupan itu sendiri. Mungkin kita juga termasuk di dalam orang-orang yang menginginkan kenyamanaan dan keamanan dalam menjalani kehidupan. Jika nyaman dan aman adalah tujuan dari sebagian besar orang, maka tidak demikian dengan keadaan yang ada. Akan selalu ada perubahan di berbagai aspek kehidupan, seperti : Pekerjaan, Hubungan, Keuangan dan juga Kesehatan. Untuk itulah kita perlu menjadi sangat adaptif, atau dengan sigap menerima serta melakukan adaptasi terhadap banyak hal yang terjadi dan tidak terduga dalam hidup ini. Podcast episode kali ini merupakan salah satu track dari Audio Series "The Secret of Mindset" Untuk pemesanan edisi full bisa ke marketplace Shopee dan Tokopedia "Psikologid"
15:02
August 6, 2020
Prinsip Persuasi dalam Bisnis - Business for Millenials
Secara sederhana PERSUASI adalah komunikasi yang digunakan dalam meyakinkan dan mempengaruhi oranglain dengan cara menyentuh KEPERCAYAAN, HARAPAN, dan NILAI yang seseorang miliki. Seni dalam PERSUASI adalah kemampuan yang perlu di miliki ketika pekerjaan atau aktivitas kita berhubungan dengan oranglain yang bahkan tidak kita kenal pada awalnya. Seperti Profesi : Sales, Konsultan, Terapis, Pengajar, Bahkan Orangtua Prinsip-prinsip dalam persuasi. RECIPROCITY (TIMBAL BALIK) : Secara sederhana, ketika oranglain memberikan sesuatu kepada kita, maka kita ingin juga membalas dengan memberikan sesuatu yang sama atau bahkan lebih. Contoh : Jika seseorang memiliki dendam maka akan menyakiti orang terdekatnya (orang sakit lebih suka menyakiti) atau Tetangga yang di berikan oleh-oleh, cenderung akan memberikan kembali. Aplikasinya kita Edukasi ke calon customer tentang produk Gratis, Berikan Ebook GRATIS, Kasih GRATIS SAMPLE, FREE TRIAL, Seminar GRATIS, Konsultasi Bisnis GRATIS, Webinar Gratis SOCIAL PROOF (BUKTI SOSIAL) : Social Proof adalah fenomena psikologis di mana kita mempercayai apa yang sudah dilakukan atau di buktikan oleh oranglain sebagai sebuah kebenaran. Ketika seseorang berada dalam situasi di mana mereka tidak yakin apakah sesuatu itu benar atau salah, mereka akan sering melihat ke seberapa banyak orang lain atau kelompok yang telah memberikan respon terhadap situasi tersebut untuk mendapatkan insight tentang perilaku yang benar. Aplikasinya : Membuat ramai disekitar tempat atau toko kita, agar orang melihat keramaian tersebut kemudian datang ke toko kita. Sebutkan berapa banyak orang yang telah menggunakan produk kita. Tunjukkan sebanyak mungkin testimoni, “Telah Terjual Sebanyak…”, “Telah Dibeli Oleh….”, “Telah Digunakan…”, “Telah Didownload…” LIKING (RASA SUKA) : Orang akan lebih mudah mengatakan “YA” kepada mereka yang sudah di kenal dan disukai. Katakan apa yang mereka katakan. Ulangi kata-kata mereka. Contek dan tiru setiap kata yang mereka ucapkan, serta intonasi, gerakan mereka, dan kecepatan bicaranya. Teknik ini lebih dikenal sebagai Matching and Mirorring. Jadilah penjual yang ramah, layani mereka dengan service terbaik kita. Bangun kedekatan dan ciptakan empati dengan calon pembeli. AUTHORITY (OTORITAS) : Manusia cenderung patuh terhadap orang atau figur yang memiliki otoritas yang kuat. Kata-kata atau perintah seseorang yang kita anggap mempunyai otoritas akan lebih diterima dan dipercayai tanpa ragu dan banyak tanya. Perintah atau pesan yang disampaikan oleh seseorang yang memiliki otoritas lebih bisa diterima dengan mudah dan cepat daripada daripada orang lain, meskipun ini pesan atau perintahnya sama. Dalam dunia marketing, authority lebih dikenal dengan: USAHA yang kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan Pasar sehingga mau melakukan apa yang kita mau mereka melakukannya.
15:06
July 9, 2020
Revolusi Industri dan Digital Marketing - Business for Millenials
Kita akan mengawali pembahasan podcast kali ini dengan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu yang di wakili oleh revolusi industri. Secara sederhana Revolusi industry adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Jika dulu orang kaya di dominasi oleh para penguasa, bangsawan dan pewaris tahta,maka pada era revolusi industry terdapat kesempatan bagi mereka yang merintis usaha dari nol untuk memperbaiki hidup mereka dan keturunan mereka. Revolusi industry 1.0 (Revolusi Manufactur) di tandai dengan di temukannya mesin uap pada tahun 1712 oleh Thomas Newcomen dan di sempurnakan pada tahun 1776 oleh James Watt, dimana hal tersebut menggantikan tenaga “otot” manusia dan hewan yang sangat terbatas, tenaga alam juga di optimalkan (angin, air) menjadi lebih efektif dan efisien. Revolusi industry 2.0 (Revolusi Teknologi, 1870), di tandai dengan penggunaan energi listrik dan ban berjalan dalam pabrik dan transportasi. Penemuan ini kemudian diikuti dengan kemunculan telepon, mobil, serta pesawat terbang yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Revolusi industry 3.0 (Revolusi Informasi& teknologi otomatis), di mulai pada tahun 1970 di tandai dengan adaptasi komputer dan penggunaan robot “mesin terprogram” Sebagian aktifitas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan manusia seperti menghitung atau menyimpan hal penting seperti dokumen, mulai dapat dilakukan oleh komputer. Revolusi Industri 4.0 (Revolusi Digital) di perkenalkan mulai 2011, di tandai dengan mesin yang terintegrasi dengan koneksi internet (internet of things & artificial Intelegence / kecerdasan buatan), jadi yang berperan cukup penting dalam perkembangan revolusi indrustri dalam hal digital adalah internet, ketika semuanya bisa terkoneksi kapan saja, dimana saja, memutus masalah jarak dan waktu. Pembahasan lebih lanjut bisa di dengarkan langsung melalui podcast ya!
19:10
July 7, 2020
Tipe Penjual dan Pembeli dalam Bisnis - Business for Millenials
Saya akan memulai podcast kali ini dengan mengajukan pertanyaan yang sederhana “Menurut Anda, Apa teknik efektif dalam menjual sesuatu?” apapun produk yang anda jual, bagaimana teknik untuk membuat closing terjadi? Dari sekian banyak teknik dalam penjualan yang sudah saya pelajari dan praktikan, saya bisa katakan bahwa teknik paling efektif dalam menjual sesuatu adalah dengan “terkoneksi dengan konsumen atau pembeli anda.” Secara sederhana, Pembeli anda harus percaya dulu dengan anda, klien andaharus yakin dulu dengan anda. “rasa percaya” inilah yang akan mendasari kita sebagai modal awal ketika ingin berjualan sesuatu kepada oranglain. Pada intinya untuk bisa terkoneksi dengan oranglain secara baik kita harus mengerti “Bahasa” mereka dan memanfaatkan komunikasi dengan mereka. Beberapa tipe penjual maupun pembeli juga akan di bahas pada podcast kali ini, yuk dengarkan secara lengkap!
16:19
July 3, 2020
Marketing & Funneling - Business for Millenials
Marketing dan Funneling dalam memulai Bisnis. Meneruskan pembahasan mengenai starting bisnis yang sudah di bahas pada podcast sebelumnya, ada satu hal yang akan kita fokuskan pada pembelajaran kali ini, yaitu mengenai Market atau“pasar” yang memang bisnis kita targetkan. Market adalah hal penting sebab dari sanalah“cash” mengalir dan transaksi terjadi, market adalah tempat di mana profit atau simplenya uang itu berasal, dan seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, walaupun bukan yang utama, tapi itulah yang membuat bisnis kita tetap berjalan dan hidup. Perlu kita pahami bersama, bahwa Pembeli sebenarnya tidak serta merta langsung membeli barang kita, ternyata ada proses panjang di baliknya yang perlu kita ketahui dan pelajari. Sebuah transaksi pasti memiliki pola sukses dan juga pola belum berhasil yang bisa kita perbaiki, untuk lebih menjelaskannya kita akan belajar mengenai Funneling. Funneling pada dasarnya adalah sebuah corong yang kita gunakan untuk menyaring market kita menjadi fokus kepada mereka yang memang membutuhkan atau cocok dengan produk kita. Mau tahu lebih banyak? Yuk dengarkan versi utuhnya di Podcast Psikologid.
20:27
June 29, 2020
Tangga Perjalanan Bisnis - Business for Millenials
Selamat datang dan selamat belajar kembali di podcast psikologid dan pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas mengenai tangga perjalanan bisnis. Konsep tangga bisnis ini akan membuat kita bisa mengenali sudah ada dimana kita sekarang dan mau kemana kita setelah ini. Secara umum, tangga bisnis terbagi menjadi tiga langkah besar, yaitu Fase Starting, Systemizing, dan juga Investing. Fase Starting adalah saat dimana kita baru memulai bisnis, Satu hal yang wajib di miliki fase ini adalah keberanian, sebenarnya itu adalah satu hal yang cukup untuk memulai bisnis, mulai aja dulu. Jangan sampai kita terkendala oleh rasa takut rugi, takut gagal, tidak mampu dan hal lainnya. Yang membatasi kita juga adalah “kelamaan belajar” perlu di ingat belajar yang sesungguhnya adalah ketika kita langsung. •Fase Starting adalah saat dimana kita fokus pada tiga hal yaitu Produk yang memiliki Nilai yang kuat, Channel atau tempat menawarkan yang tepat dan Market atau pasar kita yang sesuai dengan profil yang memang kita tuju. Fase kedua adalah Systimizing, Pada posisi ini, kita mulaifocus membuatsystem dan membangunorang yang ada di dalamnya. Tujuannya adalah membuat bisnis “tetap jalan” meskipun kita tidak ada di tempat. Dengan omset, pelayanan dan kualitas barang yang harus terjaga kualitasnya. Fase ketiga adalah Investing : Terbagi atas multiply dan juga Investasi. Pada posisi ini saatnya kita upscale bisnis yang bisa di lakukan melalui kerjasama dengan investor atau dapat juga duplikasi bisnis atau membuka cabang dengan system yang sudah terbukti sukses. Dalam fase ini kita juga mulai memikirkan legalitas bisnis, bukan lagi pada profit tapi brand dan juga kualitas pelayanan. Penjelasan secara detail bisa di dengarkan di podcast episode kali ini!
14:32
June 26, 2020
Basic Financial Planning - Business for Millenials
Halo, Kembali lagi di podcast psikologid dan pada episode kali ini kita akan meneruskan pembahasan pada bagian sebelumnya mengenai financial, yaitu menerapkan personal Financial Planning dari yang paling sederhana. Langkah Pertama dalam merencanakan keuangan adalah dengan melakukan  Financial Check-Up. Jadi sama seperti tubuh kita, keuangan kita juga perlu di cek apakah sehat atau tidak. Pada bagian ini kita akan mengecek posisi cash saat ini, investasi, tabungan, dana darurat dan juga hutang atau kredit apa aja yang kita miliki. Dan yang paling penting dalam melakukan Financial Checkup, ini tidak perlu di lakukan dengan rumit ataupun sulit, tapi buat sederhana agar menyenangkan untuk di lakukan siapa saja. Manfaat melakukan tracking atau check up keuangan adalah agar kita mengetahui kondisi keuangan kita secara menyeluruh, dengan begitu kita akan mengetahui priorotas dan tujuan ke depannya seperti apa agar memiliki keuangan yang sehat. Bayangkan jika sampai tidak ada sumber penghasilan dalam waktu dekat, berapa lama kita akan pertahan? Untuk itulah kita perlu memprediksi keuangan agar bisa hidup secara lebih berkualitas. Karena harus di akui, bahwa uang adalah salah satu dari sekian banyak permasalahan hidup, ini bukan berarti uang adalah segalanya, tapi uang adalah alat tukar yang perlu kita miliki untuk hidup yang lebih baik. Beberapa langkah untuk menjadi sehat secara financial adalah : Menyelesaikan hutang dan kredit konsumsi, Kemudian menyiapkan dana darurat, lalu mulai berinvestasi.  Mau tahu lebih detail? Yuk dengarkan Podcastnya secara lengkap!
15:06
June 22, 2020
Mindset Tentang Uang - Business for Millenials
Melanjutkan Podcast sebelumnya yang membahas "Bagaimana Cara memulai Bisnis." maka pada episode kali ini kita akan berfokus pada mindset atau pola pikir tentang uang. Mindset "orang kaya" prinsipnya menyisihkan penghasilan terlebih dahulu untuk masa depan (Dana darurat, tabungan, Investasi) baru di gunakan untuk keperluan, gaya hidup dan juga hobby. Sedangkan mindset "orang miskin" biasanya memiliki kebiasaan untuk menghabiskan penghasilannya untuk keinginan jangka pendek (Gaya hidup, gadget, liburan) baru kemudian sisihkan sisanya. Nah! masalahnya jika sudah di habiskan kebanyakan sudah tidak bersisa lagi untuk masa depan. Keuangan cukup jadi masalah di masyarakat kita karena kurangnya edukasi dan di anggap tabu jika bertanya mengenai hal ini. Sama seperti ketika kita bertanya mengenai penghasilan atau pengelolaan keuangan serupa dengan bertanya : "Kapan nikah?" atau "Kapan punya anak?" Padahal dengan bertanya, bisa jadi membukakan pikiran kita mengenai literasi keuangan. Mengutip salah satu buku yang berjudul "Make It Happens." yang membahas mengenai perencaan keuangan, ternyata ada tiga hal utama penyebab kita memiliki masalah terkait dengan financial. Yaitu : Gaya hidup, Kebiasaan berhutang dan minimnya literasi keuangan.  Mau tahu lebih jauh? Yuk dengarkan secara lengkap podcastnya!
14:29
June 19, 2020
Bagaimana Cara memulai Bisnis - Business for Millenials
Kembali lagi di Podcast Psikologid, dan cukup berbeda dari series sebelumnya. Pada podcast episode kali ini, kita akan membahas mengenai Bagaimana cara untuk memulai bisnis. Podcast ini di rekam ketika Indonesia sudah masuk ke dapan transisi "The New Normal" dan seperti yang sudah sama-sama kita ketahui COVID-19 berdampak cukup significant bagi dunia bisnis maupun pekerjaan. Banyak orang yang kehilangan penghasilan dan sumber dayanya karena hilang juga kesempatan untuk bekerja. Saya akan mulainya dengan hal yang mungkin sebagian dari kita sudah ketahui Bersama, Pertama bahwa bisnis itu pada dasarnya bukan menjual produk atau jasa. Nah! Jika sebagai dari Anda bingung, terus apa dong yang saya jual? Bukannya selama ini bisnis itu “Jualan sesuatu?” Bisnis itu memang manawarkan atau menjual sesuatu dan hal itu adalah “Nilai” atau “Value” yang di kemas dalam bentuk produk ataupun Jasa, jadi ketika oranglain datang untuk membeli produk dari kita, itu artinya ia membeli“Value” yang kita tawarkan. Sebagai contoh sederhana ketika kita membeli sesuatu di mini market, sebenarnya kita membeli satu paket barang beserta denganValue yang di sediakan oleh mini-market itu. Jadi uang yang kita keluarkan sebagai alat tukarnya juga turut membeli AC yang kita rasakan, kenyamanan berbelanja, kebersihan toko, display yang baik, bahkan senyum dan salam mbak-mbak mini market juga masuk ke dalam nilai tersebut. Bayangkan jika kita ke minimarket yang panas, kotor dan dengan pelayanan yang buruk, kita pasti komplain kan? Itu karena kita secara tidak langsung juga merasa bahwa kebersihan, kenyamanan bahkan pelayanan termasuk dalam satu paket pembelian yang kita lakukan, bukan Cuma barang yang kita beli saja. Hal ini juga sama seperti ketika seorang wanita ke salon yang mereka beli adalah “kenyamanan” dan perasaan “cantik” setelah perawatan. atau tasmahal dan tas murah perbedaannya ada di “status social” pemakainya, bukan lagi pada fungsinya. Karena kalo Cuma fungsi, bisa saja kita menggantinya dengan tote bag / kresek. Bahkan ketika kita menonton Film di bioskop yang kita beli adalah“story telling” dan juga“emosi” inilah kenapa banyak film drama, komedi dan horror itu laris di pasaran, karena emosi yang di tawarkan seringkali berbeda dari realitas yang kita alami di dunia nyata. Jarang ada pasangan yang benar-benarromantic seperti di Film kan? Ataumoment di mana kita bisa tertawa lepas dan juga teriak karena mendapatkan pengalamansupranatural yang tidak bisa kita rasakan setiap harinya. Mau tahu lebih banyak? Yuk dengarkan Episode lengkapnya!
14:46
June 16, 2020
Penjelasan mengenai Coulrophobia atau Ketakutan berlebihan terhadap Badut
Badut, beberapa orang mungkin menyukainya, tapi tidak jarang oranglain yang menganggap bahwa badut itu menyeramkan, bahkan memunculkan pengalaman traumatik hingga Fobia (ketakutan irasional) terhadap badut yang di sebut sebagai Coulrophobia. Banyak dari anak-anak kecil dan juga orang dewasa yang memiliki "kengerian" yang luar biasa ketika melihat sosok badut, apalagi di tambah dengan popularitas tokoh "Pennywise" badut mengerikan dari Novel dan Film IT dan juga Joker, tokoh penjahat yang banyak melakukan hal-hal yang juga kejam. Kata “Clown” atau Badut pertama muncul sekitar abad ke 16 dan digunakan oleh Shakespeare, seorang penulis dan sastrawan terkenal untuk menggambarkan beberapa tokoh bodoh dan konyol dalam sandiwara teaternya. Frank T. McAndrew, seorang psikolog sosial dalam sebuah tulisannya menjelaskan beberapa hal yang menjadi alasan kenapa sebagian dari kita takut atau tidak menyukai badut. Bahkan ia juga menyampaikan sebuah penelitian di Inggris yang menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali anak-anak yang menyukai badut. Penelitian yang sama juga menyatakan ketika kita menaruh Foto atau patung badut rumah sakit anak justru tidak membawa hasil baik. Tidak heran, banyak orang yang tidak menyukai "Ronald McDonald" atau jika di Indonesia banyak anak kecil yang takut melihat Ondel-ondel. Penelitian yang di lakukan dengan 1.341 relawan berusia antara 18-77 tahun mengungkapkan bahwa kita cenderung merasa takut atau "ngeri" terhadap hal yang terlalu ambigu, maksudnya disini adalah situasi atau tokoh yang membuat kita kebingungan yang tidak tahu bagaimana seharusnya bereaksi. Rami Nader adalah seorang psikolog asal Kanada yang meneliti Coulrophobia juga menyatakan bahwa Rasa takut yang tidak rasional terhadap badut di sebabkan oleh riasan wajah dan pakaian tidak wajar yang di kenakan untuk menyembunyikan jati diri dan perasaan orang di balik tokoh itu. Mereka mungkin terlihat bahagia, tapi itu belum tentu apa yang mereka rasakan sesungguhnya
10:51
May 25, 2020
Anti Social Personality Disorder (ASPD) berbeda dengan Introvert
Gangguan kepribadian Anti-Sosial adalah Gangguan kepribadian yang di tandai dengan sikap seseorang yang menyimpang dari norma, tidak mempedulikan oranglain, minim akan kesadaran moral maupun hati nurani, biasanya melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri maupun oranglain, impulsif, agresif dan mengarah pada kriminalitas.  Anti-Sosial berbeda dengan orang yang tertutup atau "introvert" Introvert merujuk kepada cara seseorang menerima energi, mereka lebih menyukai kesendirian dan juga kontemplasi diri, sedangkan anti-sosial memiliki beberapa ciri spesifik dan berpotensi melakukan berbagai tindakan buruk. Penyebab dari gangguan ini sangat kompleks, beberapa di antaranya terkait dengan genetik (riwayat keluarga dengan gangguan jiwa), Fisiologis (Neurotransmitter testosteron yang tinggi menyebabkan seseorang menjadi agresif, apalagi di barengi dengan kadar serotonin yang rendah), ada juga faktor lain seperti lingkungan yang akrab dengan kekerasan, menjadi korban penganiayaan, di terlantarkan atau di eksploitasi. Mau tahu lebih jauh mengenai ASPD? Yuk Dengarkan selengkapnya di podcast psikologid! Saran, Kritik dan Request tema bisa kamu kirimkan ke DM @psikologid 
10:31
May 15, 2020
Kepribadian Ganda & Alter Ego (Dissociative Identity Disorder)
Dissociative Identity Disorder (DID) atau Gangguan Identitas Disosiatif adalah sebuah gangguan jiwa yang di tandai oleh munculnya dua atau lebih kepribadian dalam satu tubuh yang berbeda, biasanya di tandai dengan beberapa gelaja seperti : Depersonalisasi, Merasa dirinya tidak terhubung dengan tubuhnya sendiri, seperti melihat dan mengamatinya dirinya dalam sebuah film, atau jadi "orang ketiga" dalam tubuhnya sendiri. Derealisasi, Perasaan dimana seisi dunia dan kejadian di dalamnya merupakan hal yang tidak nyata, atau hanya bayangan saja. Amnesia dan Distorsi waktu, Melupakan beberapa hal yang baru saja di lakukan, pengalaman "hilang sejenak" dari dirinya sendiri Kebingungan Identitas, Perasaan dimana sering muncul konflik internal di dalam dirinya, ada beberapa nilai dan perilaku yang sebenarnya bertolak belakang namun tetap di lakukan. Beberapa psikolog meyakini bahwa gangguan ini di sebabkan oleh Trauma / Luka Psikologis ketika seseorang ada dalam tahap perkembangannya. Sebagai contoh : Mengalami pelecehan fisik, verbal, maupun seksual, Pengalaman traumatik perang, bencana alam, serta ada juga faktor genetik atau riwayat penyakit jiwa yang berperan sebagai pemicu gangguan ini, karena menurut penelitian, ada beberapa orang yang memang memiliki bawaan untuk memisahkan kepribadian dengan lebih mudah di bandingkan dengan oranglain. Dengarkan selengkapnya di podcast psikologid
12:15
May 12, 2020
Apa itu Pembunuhan, Jenis Pembunuhan dan Tipe Pembunuh Berantai.
Pembunuhan (Homicide) secara definisi adalah Tindakan menghilangkan nyawa oranglain dalam bentuk apapun, baik di sengaja ataupun tidak di sengaja, baik di rencanakan maupun tidak. Jika sebuah pembunuhan memenuhi unsur Kriminalitas, maka pembunuhan tersebut di kategorikan sebagai "Murder" atau Criminal Homocide. Dalam pendekatan hukum dan forensik, Setidaknya ada empat bentuk pembunuhan, yang di kategorikan menjadi : Pembunuhan tingkat pertama (Pembunuhan berencana) : Aksi pembunuhan yang biasanya di sengaja dan juga di rencanakan dengan matang sebelumnya. Contoh : Seorang yang memiliki dendam merencanakan waktu dan lokasi pembunuhan serta berusaha membuat alibi untuk menghindari penangkapan. Pembunuhan tingkat Kedua (Pembunuhan tidak berencana) : Pembunuhan yang di lakukan dengan niat, tapi tanpa rencana dan persiapan khusus, biasanya yang menjadi indikator adalah barang bukti, kronologis dan juga motif dalam melakukan tindakan. Voluntary Manslaughter : Tindakan menghilangkan nyawa karena sengaja, biasanya akibat emosi yang meledak sesaat. Contoh : Mendapati pasangan yang berselingkuh kemudian melakukan tindakan agresif, hingga menghilangkan nyawa oranglain. Involuntary Manslaughter : Perbuatan yang menyebabkan seorang kehilangan nyawanya karena ketidaksengajaan, ketidakpedulian atau keteledoran. Contohnya : Menggunakan handphone yang menyebabkan kecelakaan dan terdapat korban jiwa. Dengarkan selengkapnya mengenai kategori pembunuhan berdasarkan aksinya dan apa itu pembunuh berantai melalui podcast ya!
10:46
May 7, 2020
Sisi Gelap kehidupan Manusia - Pembunuhan dan Kanibalisme
"Human nature is evil, and godness is caused by intentional activity." Kita sebagai manusia memiliki "insting" untuk bertahan hidup, dan tanpa di sadari, inilah juga yang membentuk "naluri pembunuh" ada dalam diri kita. Aktivitas "saling bunuh" pada manusia merupakan sebuah "perjalanan genetik" yang merupakan bagian dari evolusi manusia. Sebab, jika di gali lebih jauh ternyata insting manusia untuk bertahan hidup dengan cara bersaing sudah ada sejak kita di dalam kandungan. Kita memang terlahir sebagai pejuang tangguh, hal ini juga turut di jelaskan dalam proses biologis, dimana ketika proses kehamilan terjadi, sel sperma yang tangguh harus bersaing dengan jutaan sel lainnya untuk mencapai sel telur sampai akhirnya terjadilah proses kehamilan, atau dengan kata lain, sebelum "menjadi manusia" pun kita telah "membunuh sel lain" dalam persaingan menuju kehidupan. Seorang Profesor Psikologi, David M Buss, dalam salah satu jurnalnya "The Murderer Next Door: Why the Mind is Designed to Kill", menyampaikan sebuah penelitian yang cukup mengejutkan, bahwa sebanyak 90% pria dan 80% wanita memiliki keinginan terdalam untuk membunuh makhluk hidup lain, baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan. Tokoh lain bernama Dave Grossman, yang merupakan mantan tentara dan peneliti mengenai psikologi dan pembunuhan juga menyampaikan bahwa, manusia jika di ibaratkan sebagai "Primata Modern." Secara alami melakukan tindakan yang ekstrem untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya, bahkan tidak jarang tindakan kekerasan hingga pembunuhan di lakukan untuk sebuah posisi superior. Mau tahu lebih jauh? Yuk dengarkan podcastnya secara lengkap! Dapatkan juga buku terbaru dari @psikologid yang berjudul "Criminal Minds" yang membahas tentang profile psikologis para pembunuh berantai.
13:24
May 3, 2020
Psikosomatis, Beban Pikiran yang bisa menyebabkan penyakit fisik.
Kembali lagi di podcast Psikologid, dan pada pembahasan kali ini kita akan membahas kondisi pikiran atau mental kita yang bisa berdampak pada kondisi fisik kita juga, dalam dunia psikologi ini di kenal sebagai psikosomatis. Lalu kemudian, apa sebenarnya psikosomatis? Untuk menyederhanakannya, Anda bisa mengingat Kembali apa yang terjadi pada diri kita sendiri Ketika ada dalam kondisi tidak nyaman, stress, ataupun cemas. Beberapa dari kita bisa mengalami sakit fisik seperti sakit kepala, mual, tubuh gemetar atau bahkan sakit perut. Atau kasus lain Ketika di perhadapkan untuk presentasi ke banyak audiens, kita bisa memunculkan reaksi fisik seperti berkeringat dingin, rasa ingin buang air kecil yang berlebihan, kata-kata dalam mulut seperti tertahan. kita mungkin mengenal istilah stress, kecemasan dan banyak pikiran yang di alami oleh Sebagian besar manusia termasuk kita, malahan jika tidak ada stress hidup akan menjadi flat dan tidak menarik untuk di perjuangkan. Stress dan kecemasan bisa berdampak positif jika kita mampu mengelolanya secara baik, itu dapat membuat kita belajar dan menjadi pribadi yang lebih kuat secara mental. Tapi hal yang berbeda bisa terjadi Ketika kita tidak mampu mengelola stress tersebut, pada saat beban pikiran kita menjadi semakin besar, bahkan mempengaruhi kondisi fisik, pada saat itulah psikosomatis terjadi. Intinya ini adalah beberapa sakit tubuh atau fisik yang di sebabkan oleh faktor pikiran, emosi, kecemasan stress yang berat. Karena yang perlu kita pahami tubuh dan pikiran kita adalah satu kesatuan sistem yang perlu di seimbangkan. Yuk dengarkan Podcastnya secara lengkap! Untuk pertanyaan dan request tema bisa di lakukan melalui instagram @psikologid dengan menuliskan keterangan "Pertanyaan Podcast."
08:41
April 23, 2020
Belajar Cara Efektif untuk Belajar
Seperti yang sama-sama kita sudah ketahui bahwa kebanyakan sekolah lebih fokus mengajarkan tentang "apa" yang akan di pelajari di bandingkan dengan "bagaimana" cara untuk mempelajarinya. Untuk itulah kita perlu menyadari bahwa setiap pembelajar harus di bekali dengan kemampuan Self-Check tentang bagaimana cara efektif mereka dalam mempelajari segala sesuatunya. Contoh sederhana, ketika kita memiliki gadget baru, apa yang kita lakukan untuk tahu fungsi dan kinerjanya? Ada yang membaca panduan, melihat video tutorial, atau malah mencoba-coba sampai menemukan caranya, Nah! ternyata hal ini juga bisa kita aplikasikan dalam melakukan pembelajaran efektif, entah di sekolah, kampus maupun lingkungan pekerjaan. Satu hal yang mendasar dalam mengoptimalkan gaya belajar adalah dengan mengetahui dominasi indera kita, contohnya ada pembelajar visual yang lebih suka melihat ketika belajar sesuatu, atau pembelajar Auditory yang biasanya sangat suka berdiskusi, tanya jawab dan berikutnya ada pula pembelajar kinestetik yaitu mereka yang lebih senang dengan praktik langsung di bandingkan dengan banyak teori. Gaya belajar adalah sesuatu yang juga berkembang dan bisa di kombinasikan, nantinya bisa muncul gaya belajar baru seperti Reading-Writing, yang lebih suka melakukan pencatatan ulang dan membuat Mind-Mapping, Ada pula Audio-Visual, yaitu mereka yang senang dengan model pembelajaran Video tutorial, termasuk di dalamnya menyaksikan video youtube. Jadi, Kamu masuk tipe pembelajar yang mana? Yuk dengarkan Podcastnya secara lengkap!
14:36
March 21, 2020
Kenapa Wanita selalu ingat dan Pria mudah melupakan sesuatu?
Jika kamu adalah seorang Pria, maka harus di akui bahwa cukup sulit untuk berbohong kepada wanita secara langsung, Hal ini di karenakan wanita yang sering menanyakan "Pertanyaan tidak terduga" dan bisa membuat para pria merasa bersalah dengan apa yang di katakannya. Allan & Barbara, Penulis Buku "Why Men Lie and Women Cry" yang masuk ke dalam kategori Internasional Best Seller mengungkapkan perbedaan aktivitas otak pada pria dan wanita secara genetik yang mempengaruhi prinsip komunikasi mereka.  Hasil Scan Otak menggunakan MRI mengungkapkan rata-rata wanita memiliki antara 14 sampai 16 zona aktif di kedua belahan otaknya ketika sedang berkomunikasi dengan oranglain secara langsung. Lokasi-lokasi ini digunakan untuk memahami kata-kata, perubahan nada suara dan juga bahasa tubuh, dan inilah yang seringkali kita sebut sebagai “naluri wanita.” Sedangkan seorang pria melalui hasil scan MRI hanya memiliki 4 sampai 7 lokasi ketika berkomunikasi, hal ini di karenakan otak pria yang secara genetik lebih spasial atau terbiasa dengan aktifitas teknis. Tapi hal ini juga terkait dengan perbedaan minat setiap individu yang berbeda. Secara alami wanita memang memiliki “Kesadaran tinggi” kemampuan ini secara genetik bertujuan untuk membatasi diri dari orang asing yang temuinya dan juga untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya ketika menjadi seorang ibu. Seorang wanita memerlukan kemampuan untuk melihat anak-anaknya dan dengan cepat serta membaca perbedaan antara rasa sakit, takut, lapar, luka, sedih, dan bahagia.  Selain itu 'Kesadaran tinggi" juga bisa membantu wanita dalam membedakan secara cepat ketika bertemu dengan "Orang jahat" mereka yang mau bersahabat atau malah mau bertindak agresif, dan ini merupakan sebuah sistem pertahanan diri yang alami. Request tema bisa via DM @psikologid Order Buku Psikologi Gesture dan Identity bisa melalui Shopee atau Tokopedia "psikologid"
09:16
February 20, 2020
Tips & Trik Agar tidak mudah di bohongi oleh oranglain.
Podcast psikologid hadir kembali! Pembahasan berikut ini adalah beberapa trik sederhana agar terhindar dari pelaku kebohongan. Duduk dengan posisi lebih tinggi untuk membuat intimidasi halus. Gunakan Teknik Matching-Mirroring agar oranglain menjadi "terkoneksi" dengan kita dan sulit dalam berbohong. Praktikan Pacing-Leading, ulangi sejumlah kalimat dan data yang ia katakan agar terlihat bahwa kita benar-benar mengerti dan memahami hal yang oranglain sampaikan. Intimidasi halus ruang personalnya. Gunakan Bahasa tubuh yang terbuka dan hindari pertanyaan intimidatif. Penjelasan lebih lanjutnya bisa langsung dengarkan ya! Request tema bisa via DM @psikologid Order Buku Psikologi bisa melalui Shopee atau Tokopedia "psikologid"
07:04
January 30, 2020
Tanda Kebohongan dan Teknik Bertanya Langsung dalam Mengungkapnya
Setelah sebelumnya membahas mengenai Alasan berbohong, Jenis kebohongan dan Tipe Pembohong, maka pada podcast kali ini kita akan mempelajari beberapa indikasi kebohongan yang bisa di munculkan melalui komunikasi Verbal atau percakapan. Komunikasi secara umum di bagi menjadi 3 V yaitu : Visual yang di dalamnya terdapat bahasa tubuh, facial expression, gesture dan apapun yang nampak serta bisa kita lihat. Kedua adalah Vocal yang di dalamnya adalah cara kita dalam menyampaikan informasi melalui nada suara, jeda, ritme yang juga turut melibatkan unsur emosi dalam setiap pesan yang kita sampaikan, karena penekanan nada juga akan membuat makna sebuah komunikasi berbeda. Dan yang terakhir adalah Verbal yaitu komunikasi melalui kata, kalimat dan bahasa yang kita pilih dalam berbicara dengan oranglain. Podcast episode kali juga di persembahkan oleh Buku terbaru Psikologid yang berjudul Gesture - The Secret of Body Language and Facial Expression. Untuk kamu yang tertarik untuk membacanya bisa order melalui marketplace Shopee dan Tokopedia "psikologid"
16:10
January 14, 2020
Jenis Kebohongan dan Tipe Pembohong
Halo! Kembali lagi di Podcast Psikologid, pada audio series kali ini kita akan membahas mengenai alasan seseorang berbohong yang biasanya berasal dari "otak bawah sadarnya" yaitu untuk mencari keuntungan (Fight) atau menghindari rasa sakit (Flight), berangkat dari hal tersebut kebohongan juga terbagi atas bohong pasif (menyembunyikan informasi) dan bohong aktif (merekayasa informasi) Selain alasan dan bentuk kebohongan, terdapat juga jenis kebohongan yang terbagi atas : White Lies, Beautiful Lies, Self Lies, Half Truth, Mythomania dan Pathological Lies. Mau tahu lebih banyak? Yuk dengerin Podcastnya secara lengkap dan dapatkan update ilmunya! Podcast episode kali juga di persembahkan oleh Buku terbaru Psikologid yang berjudul Gesture - The Secret of Body Language and Facial Expression. Untuk kamu yang tertarik untuk membacanya bisa order melalui marketplace Shopee maupun Tokopedia "Psikologid"
13:11
January 7, 2020
Bagaimana Cara Mendeteksi Kebohongan?
Audio Series Psikologid kembali hadir! Dan dalam series kali ini, kita akan secara khusus membahas mengenai microexpression, serta cara untuk mendeteksi perasaan dan pikiran oranglain. Banyak dari kita yang mungkin sangat ingin "membaca pikiran oranglain" atau mendeteksi hal yang di sembunyikan dari orang tersebut, oleh karena itulah episode pertama akan membahas cara praktis dalam mendeteksi kebohongan dari orang terdekat ataupun oranglain. Yuk dengarkan dan share ke temen kamu ya! temukan kami juga di instagram.com/psikologid
13:17
January 1, 2020
Criminal Minds : Inferiority Complex, Rasa Minder yang berujung pada pembunuhan Massal.
Podcast Psikologid kembali hadir, dan pada series kelima dari "Criminal Minds" kita akan membahas mengenai pembunuhan massal yang di lakukan di korea selatan. Hanya dalam kurun waktu 8 jam, seorang mantan tentara membunuh 57 orang dan melukai 35 orang lainnya. Aksi ini di latarbelakangi oleh rasa tersinggung dan juga dendam kepada warga desa, tidak hanya itu ia juga membantai 4 desa lainnya yang letaknya berdekatan. Dari analisa Psikologis ternyata pelakunya yang bernama Woo Bum Kun memunculkan ciri Inferiority Complex atau rasa minder dan rendah diri yang berlebihan. Gejala dari sindrom inferiori yang paling umum adalah Perilaku mencari perhatian. Untuk membuat dirinya  merasa lebih baik. Dominasi atau berbuat seolah-olah berkuasa atas sesuatu dengan harapan bisa meminimalisir rasa mindernya. Eksklusif, yaitu perilaku tidak terlibat dalam aktifitas sosial dan lebih suka menyendiri akibat banyak kekurangan. Kompensasi, jika seseorang menyembunyikan perasaan inferiornya dengan mengembangkan diri, sehingga akhirnya mendatangkan respek dan perhatian dari orang lain. Kritis, yaitu jika seseorang memiliki kebiasaan mengkritik orang lain dalam upaya menciptakan dan memelihara citra bahwa dirinya lebih mampu dari orang lain. Beberapa akibat sosial yang lahir dari perilaku individu yang mengalami inferiority complex syndrome yang berlebihan adalah : Perilaku bullying, ingin menunjukan kekuasaannya. Perkosaan, menunjukan kontrol, dominasi dan paksaan. Bunuh diri, mengakhiri hidup karena merasa tidak  berharga. Perilaku kekerasaan lainnya, pembalasan dendam. Dengarkan lebih jauh di podcast kami ya!
18:10
November 21, 2019
Criminal Minds : Joker, Latar Belakang dan Analisa Psikologisnya.
Sudah menyaksikan Film terbaru dari Joker di tahun 2019 ini?  Melalui latar belakang pembuatan karakter yang cukup panjang, kali ini Joker tampil lebih realistis dan sesuai dengan jaman. Film ini juga turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran akan kesehatan mental. Karena sama seperti Fisik, kondisi Psikologis kita perlu di jaga agar tidak berdampak negatif bagi diri sendiri maupun orang terdekat kita. Dalam Film terbarunya Joker atau Arthur Fleck di perkenalkan sebagai ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) yang bertahan dalam mencapai impiannya sebagai seorang standup comedian, ia mendapatkan banyak penolakan dari masyarakat karena perbedaan yang ia miliki, kurang mendapatkan dukungan sosial dari orang yang tepat, sampai akhirnya tiba di ambang antara kewarasan dan kegilaannya. Latar belakang traumatiknya juga turut di kisahkan berkontribusi atas perubahan yang di ciptakannya.
17:38
October 25, 2019
Criminal Minds : Ted Bundy Pembunuh berantai yang kejam, namun mempesona.
Ted Bundy adalah salah satu pembunuh berantai yang paling terkenal, paling kejam dan fenomenal sampai saat ini. Ia memiliki latar belakang psikologi dan diagnosis oleh psikiater memiliki kecenderungan Bipolar, Antisosial, Psikosis, Sosiopath, Psikopat dan Narsistik. Ia selalu berusaha memperdayai para korban dengan ketampanan, pesona dan kemampuan komunikasinya yang sangat baik, Kasusnya juga penuh dengan drama, ia pernah kabur dari tahanan sebanyak dua kali dan menjadi pembela bagi diri sendiri. Kasusnya mendapatkan perhatian cukup besar karena di siarkan secara langsung dan di liput oleh ratusan wartawan dari berbagai negara. Selamat mendengarkan ya!
16:39
October 15, 2019
Criminal Minds : Jack The Ripper Serial Killer Paling Terkenal hingga saat ini.
Melanjutkan Series "Criminal Minds" pada episode kali ini kita akan membahas kasus pembunuhan sadis yang hingga saat ini pelakunya belum benar-benar terungkap, Kasus ini juga adalah salah satu kasus pertama yang mendapatkan publikasi besar dari media massa. Kita akan membahas latar belakang, para korban, metode pembunuhan, para tersangka, teori konspirasi yang muncul hingga profil psikologis yang mungkin di dapatkan. Selamat Mendengarkan ya!
18:19
October 1, 2019
Criminal Minds : 5 Pembunuh Berantai yang berasal dari Indonesia.
Manusia bisa melakukan banyak hal yang di luar akal sehat karena berbagai motivasi, baik keinginan yang kuat, kebencian yang mendalam, maupun rasa cinta serta takut kehilangan apa yang di milikinya.  Berbeda dengan Series sebelumnya, dalam Audio-Series terbaru kali ini, kita akan membedah berbagai kasus kriminal, motif di dalamnya serta hubungannya dengan teori Psikologi. Selamat mendengarkan dan semoga bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita.
17:08
September 25, 2019
The Science of Happiness : Kebahagiaan yang bisa kita ciptakan sendiri
Kebahagiaan memang adalah hal yang sangat personal bagi setiap orang, Hal yang membuat kita bahagia belum tentu akan membuat oranglain bahagia, demikian pula sebaliknya. Tapi kita tidak bisa menyangkali bahwa kebahagiaan adalah salah satu hal utama yang di inginkan oleh hampir semua orang, tujuan akhirnya adalah membahagiakan diri sendiri atau orang terdekatnya. Nah! Untuk jadi versi terbaik kamu juga perlu paham mengenai kebahagian. Belajar tentang kebahagianmu sendiri, baru akhirnya bisa menciptakan dan membagikannya kepada oranglain. Perlu di ingat bahwa sikap kita adalah refleksi dari apa yang kita rasakan. Jadi jika kita "kurang bahagia" bisa jadi itulah yang secara otomatis kita tampilkan dan bagikan kepada oranglain. Dan pada pembahasan ini, kita akan di ingatkan kembali mengenai kebahagian, bahkan secara ilmiah. "The Science of Happiness." Psikologid Podcast adalah Audio-Series dari Komunitas Psikologi Digital yang akan banyak membahas mengenai psikologi aplikatif, pengembangan diri dan kesehatan mental. Ringkasan dari Podcast juga terdapat di Ebook Gratis yang kami share di Instagram @psikologid
13:46
September 20, 2019
Self Care : Peduli terhadap diri sendiri sebelum mempedulikan oranglain.
Satu hal yang penting dan seringkali di lewatkan ketika kita ingin mengembangkan diri secara baik adalah merawat diri sendiri baik secara fisik maupun mental, hal ini seringkali di sebut sebagai Self-Care. Self Care adalah wujud dari kepedulian terhadap diri sendiri. Meskipun "terdengar egois", tapi idealnya inilah yang harus kita lakukan terlebih dahulu, karena sikap kita kepada oranglain berasal dari refleksi pribadi, maka dengan peduli terhadap diri sendiri, kita akan lebih mudah memunculkan kepedulian kepada oranglain. Penghargaan terhadap diri, kepercayaan diri, dan mencintai diri secara ideal juga dapat kita kembangkan dalam aktifitas Self Care. Aktifitas Self Care sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan : Positive Mindset, Body Care, Self-Recharge, Connect & Disconnect dan banyak hal lainnya.
11:50
September 17, 2019
Human Profiling : Cara memetakan perilaku Seseorang berdasar Psikologi.
Secara sederhana, Karakter adalah kumpulan dari perilaku yang biasanya kita munculkan yang kemudian menjadi "Jati Diri" atau bagian penting yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan seseorang. Dalam Episode kali ini, kita akan membahas materi seputar Human Profiling atau bagaimana cara praktis dalam memetakan perilaku manusia. Psikologid Podcast adalah Audio-Series dari Komunitas Psikologi Digital yang akan banyak membahas mengenai psikologi aplikatif, pengembangan diri dan kesehatan mental. Ringkasan dari Podcast juga terdapat di Ebook Gratis yang kami share di Instagram @psikologid
13:40
September 12, 2019
Knowing Yourself : Perbedaan Personality, Tempramen dan Karakter.
Seperti yang sudah di janjikan sebelumnya, bahwa dalam episode ini kita akan secara khusus membahas tentang kepribadian dan perilaku, apa saja yang membuat kita unik dan berbeda, serta perbedaan antara kepribadian, tempramen dan juga karakter. Kita berbeda dari oranglain, bahkan orang terdekat kita sekalipun. Hal ini di karenakan memang setiap individu unik dan berbeda, banyak hal yang menjadikan perbedaan itu ada, tapi hal yang umum dan paling dikenal dalam dunia psikologi adalah adanya tiga faktor utama yang membuat setiap pribadi menjadi unik dan berbeda. Apa saja Faktornya? Yuk simak penjelasannya dengan mendengarkan Podcastnya secara lengkap! Psikologid Podcast adalah Audio-Series dari Komunitas Psikologi Digital yang akan banyak membahas mengenai psikologi aplikatif, pengembangan diri dan kesehatan mental. Ringkasan dari Podcast juga terdapat di Ebook Gratis yang kami share di Instagram @psikologid
13:24
September 9, 2019
Be The Best Version of Yourself
Mungkin banyak dari kita yang tidak sadar, bahwa kita sudah memiliki semua "modal" yang kita butuhkan untuk meraih apa yang kita inginkan, hanya saja kita seringkali terlalu banyak membuat alasan ini dan itu sehingga tidak mencapai potensi terbaik dari diri kita sendiri. Pernahkah Kamu bertanya dalam diri sendiri, "Siapakah saya?" "Potensi apa yang saya miliki?" dan "Sebenarnya untuk apa, saya terlahir di dunia ini?" Setiap orang memiliki pencariannya masing- masing atas tujuan hidupnya, tapi semuanya pasti di mulai dari sini, dari pengenalan akan diri sendiri. Psikologid Podcast adalah Audio-Series dari Komunitas Psikologi Digital yang akan banyak membahas mengenai psikologi aplikatif, pengembangan diri dan kesehatan mental. Ringkasan dari Podcast juga terdapat di Ebook Gratis yang kami share di Instagram @psikologid
06:52
September 3, 2019