Skip to main content
Selembar Memoar

Selembar Memoar

By Selembar Memoar
70 % Puisi 30 % Audio Fiksi
Where to listen
Apple Podcasts Logo

Apple Podcasts

Google Podcasts Logo

Google Podcasts

Overcast Logo

Overcast

Pocket Casts Logo

Pocket Casts

RadioPublic Logo

RadioPublic

Spotify Logo

Spotify

Alasan Kau Semakin Cantik
Bila saatnya tiba; kau tersenyum. Ribuan puisi telah tertancap di dadamu. Kendati gemuruh tak lagi datang dari lautan. Meskipun orang-orang bertengkar tentang bagaimana cara mengisi istana. Aku masih gentar—gemetar meminta Tuhan mengosongkan hatimu dari selain aku.
01:48
June 29, 2022
Bila Kau Berjalan Sendiri
Ada tempat riuh bernama kenangan. Ada tempat jauh yang kusebut dirimu. Semacam luka berat yang ingin meledak di jantung puisi-puisi.
02:36
April 21, 2022
Ketika Tak Ada Seorang pun di Puncak Hermit
Mata kekasih adalah nyala yang selamanya. Sewajar lihai jemari seniman di Pulau Fajar. Kepak sayap dan jejakmu yang kelip gemerlap membentang sepanjang jalan ini. 
01:50
January 07, 2022
Kyla
Sampai saatnya Kyla bertemu dengan waktu dan langit secara bersamaan. Sebuah pertanyaan menjadi pakaiannya di hari itu. Apakah manusia  benar-benar bisa memaafkan? Sedangkan di dalam kepala mereka, kesedihan datang seperti lautan. Dan hidup hanya punya kapal kecil yang terbuat dari air mata.
02:53
July 22, 2021
Puisi Berikutnya Untukmu
Kau pernah berkata: Menerima adalah terluka. Bersabar adalah terluka sekali lagi dan pergi adalah luka yang tak bisa kau hitung jumlahnya.
01:24
July 15, 2021
Jika Waktu Tak Berumur Panjang
Diam adalah hal yang paling ingin dicintai gedung-gedung perkotaan. Setiap orang yang melintas adalah kebisingan bagi tidur malam mereka di hari yang lain. Televisi, dan apa pun yang bisa menyala, adalah mimpi buruk bagi setiap mata yang menidurkan kesedihan. 
02:27
July 03, 2021
BADUT (Remake 2021)
Cerita oleh      : Clandestine @selembarmemoar Voice Over       : Hanahoshi @yaelahanahoshi Additional V.O : Chelly
17:36
April 21, 2021
Menjadi 'Pizza'
Aku akan menjadi 'pizza' dengan cara-cara yang membosankan. Seperti cara-cara hari sabtu melumpuhkan ingatan orang-orang tentang negara; senyuman palsu yang saling bertemu: di gang-gang sempit dan ruang tamu—menjadi mimpi buruk manusia di hari lain.
01:37
April 03, 2021
Tentang Sesuatu yang Luput Dari Waktu
Di dalam diriku ada sebuah ruang tunggu yang tak memiliki warna. Ada seorang lelaki di sana. Dia tak suka berkata-kata dan tak ingin berada di dalam waktu. Ia tak ingin merasakan detak jantung atau pun berdetak di jantung orang lain. Ia tidak ingin matanya melihatmu: melihatku—seperti kau melihat laut yang tenggelam.
02:07
March 26, 2021
Belajar Membaca
####
03:25
February 05, 2021
Conundrum 9 : The Simulation
Fiksi Misteri
11:14
February 01, 2021
Apa yang Sebenarnya Hilang?
Puisi oleh : Rumah Dalam Kepala
02:38
January 29, 2021
Sebelum Jam Tidurmu Kian Sempit
Apa kabarmu hari ini? Sudahkah seseorang mengucapkan selamat tidur pada kedua matamu yang menolak langit selain hitam? Apakah kedua lenganmu masih berusaha memadamkan sebuah kota yang terbakar di dalam kepalamu? Ataukah rahasia memang selalu bodoh menemukan bahasa untuk ia kenakan?
03:30
January 24, 2021
Kau yang Berjodoh Dengan Sore Ini
Di tanah lapang di dalam kepalaku, kenangan terus terbakar. Masa kecil adalah masa yang kian terpencil. Satu persatu pergi dari ingatan kau. Lalu ingatan kau akan pergi meninggalkan kau. Lalu kau akan pergi meninggalkan aku.
03:14
December 02, 2020
Menghapus Rencanamu Untuk Meninggalkan Aku Sendiri
Kesedihanku tidak diciptakan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Aku hanya bisa menanamnya di dalam kepalaku atau pada halaman belakang sebuah buku. Aku akan membayangkannya tumbuh menjadi sebatang pohon yang rindang sekaligus rapuh. Di sana lah ingatanku dapat berkumpul berteduh. Setiap kali rantingnya patah, seperti ada laut yang ingin tumpah di dalam mataku.
02:14
November 19, 2020
Menjadi Air Mata Ibu
Aku dan ibuku sering kali mengundang keheningan untuk duduk di meja makan. Walau kami sama-sama tahu, ia terlalu rakus menelan banyak pembicaraan. Walau kami sama-sama tahu, ia terlalu rakus menelan banyak pembicaraan. 
04:01
October 29, 2020
Menjadi Ingatan
Halaman belakang sebuah buku adalah ingatan yang paling mudah melupakan dirinya sendiri. Sebelum ia menjadi sebuah buku, ia hanyalah jasad kulit-kulit kayu. Ketika tinta merekatkan dirinya kembali, ia seutuhnya merelakan aroma tanah. Menyerahkan dirinya untuk ditumbuhi oleh hal-hal lain. Serupa pikiran-pikiran, maupun puisi-puisi.
02:28
October 21, 2020
Elipsis
Kau pun membatasi tubuhmu senantiasa  dalam pelukan jendela. Udara di luar sana hanyalah bekas mimpi orang lain. Ada beberapa hal yang seharusnya tak bertemu. ketika Hujan adalah bensin dan rindumu sebatang korek api.
02:43
October 16, 2020
Tak Ada yang Benar-Benar Hening Pukul 02.30 Pagi
Semoga matahari dapat memperlakukannya dengan baik. Dan hujan berkenan menyapanya dalam bahasa ibu. 
02:15
August 26, 2020
Menyemangati Kesedihan
Agustus terlalu banyak menjatuhkan majas tapi terlalu sedikit menyediakan kertas.
02:06
August 14, 2020
Perayaan
Kau kadang bernyanyi, menimpali dan bertanya, tentang apa yang kulakukan hari ini. Aku tak pernah ingin menjawab pertanyaan semacam itu. Karena yang aku lakukan adalah hal-hal yang selalu sama : Memadamkan masa lampau, kemudian menyalakan kau. 
02:09
August 09, 2020
Conundrum 8 : Rumah di Seberang Danau
Fiksi misteri
06:39
July 31, 2020
Dosa Besar Kepada Puisi
Aku telah berdosa pada puisi ini. Sementara puisi ini telah berdosa padamu. Di dalam lemari, masih merintik sekotak hujan dalam jubah pagi—yang pernah jatuh di bagian akhir sebuah puisi—sehari sebelum Sapardi pergi.
02:28
July 19, 2020
Rintik Kata
Langit adalah pustaka kata kerja. Awan adalah sekumpulan perumpamaan-perumpamaan. Keduanya berpagut dalam tulisan-tulisan; melebatkan hujan-hujan; runtuh di ranjang para sastrawan.
02:11
June 25, 2020
Ruang dan Kata
Aku tak ingin kau terendam di teras puisimu sendiri yang sudah lama mengendap dalam luap. Karena kau tak pernah mengizinkanku menggali parit-parit bagi air matamu.
02:30
June 23, 2020
Conundrum 7 : Jalan Pulang
Fiksi Misteri
10:45
May 13, 2020
Jendela
Aku mendapati bulan april sedang sibuk menyembuhkan diri dari dirinya sendiri. Sementara orang-orang hilang dari jalanan, melepas rindu pada kaki ibu dan ruang makan.
02:15
April 17, 2020
Hari Ini Kau Hilang
Kau tak ada di rumahmu. Ketika kiriman hadiah dariku sampai di depan pintu. Isinya sekotak kecupan di keningmu yang cukup dipakai untuk seminggu. 
02:28
March 06, 2020
Di Ujung Jalan Ketika Mata Hujan Berkaca-kaca
Lelaki itu diam sebentar, menunggu hujan selesai mencuci tubuh bayi itu dari duka yang akan ia dengar ketika tumbuh besar.  "Silahkan," bisik hujan pada lelaki itu dengan mata berkaca-kaca. Hujan kemudian pergi, memilih pulang ke dalam puisi Sapardi.
03:11
March 01, 2020
Jauh Sebelum Ibumu Pergi
Jauh sebelum kau sadar matamu mirip mata ibumu, ia pernah berdiri lama meminjam kedua mata jendela. Menatap sebatang mahoni yang ia tanam menjelang kau keluar dari dalam kandungan. Ya, mahoni itu saudara kembarmu. Yang membedakan, mahoni itu tidak pernah tahu cara menyakiti ibumu.
02:56
February 26, 2020
Germinabunteur
Kumpulan puisi 'Pernah Dituliskan'
02:58
February 24, 2020
Hal-hal yang Berhubungan dengan Matamu
Kumpulan Puisi 'Pernah Dituliskan'
02:44
February 22, 2020
Memoar Untuk Vinadine
Kumpulan Puisi Clandestine 'Pernah Dituliskan'
03:48
February 16, 2020
MANTRA
Puisi oleh Clandestine & Mala
04:07
February 14, 2020
MicroCuts 3 : KETIKA
Kumpulan cerita fiksi
03:01
February 13, 2020
Menanam Pohon
Kumpulan Puisi 'Pernah Dituliskan'
02:39
February 08, 2020
Kepada yang Tak Pernah Reda
Kumpulan Puisi 'Pernah Dituliskan'
02:16
February 03, 2020
MicroCuts 2 : Saya Adalah Tuhan
Kumpulan Cerita Misteri
02:29
January 31, 2020
Pernah Dituliskan
Sebuah Catatan
02:22
January 24, 2020
Pakanira
Kumpulan puisi Clandestine 'Jantung Kota'
02:01
January 12, 2020
Menunggu Kau Kembali Sehat
Kumpulan puisi Clandestine 'Jantung Kota'
02:09
January 06, 2020
Perempuan-Perempuan
Kumpulan puisi Clandestine 'Jantung Kota'
01:54
January 01, 2020
Bagian Terindah Dari Tubuhmu
Kumpulan Puisi Clandestine 'Jantung Kota'
02:11
December 25, 2019
Hujan, Es Krim dan Boneka Panda
Kumpulan puisi clandestine
03:12
November 03, 2019
Conundrum 6 : Ruang Gelap
Audio fiksi misteri
05:38
October 26, 2019
Magnolia
Kumpulan puisi Clandestine
02:31
October 19, 2019
Tamasya ke Kota Kekasih
Kumpulan Puisi Clandestine 'Sebelum Kamu'
01:45
September 26, 2019
Masa Lalu di Matamu
Kumpulan puisi Clandestine 'Sebelum Kamu'
02:32
September 21, 2019
Jantung Kota
Kumpulan puisi Clandestine 'Sebelum Kamu'
02:42
September 18, 2019
Puisi Adalah
Kumpulan Puisi Clandestine : Deklinasi Tahap Awal
03:18
August 14, 2019
Conundrum 5 : Once in a Dark Night
Audio Fiksi Conundrum #5 (Thriller)
09:49
August 09, 2019
Sebelum Kamu
Kumpulan Puisi Clandestine : Deklinasi Tahap Awal
02:47
August 07, 2019
Hati yang Pernah Kau Pukul Mundur
Kumpulan Puisi Clandestine : Deklinasi Tahap Awal.
02:17
August 07, 2019