Skip to main content
Suara Puan

Suara Puan

By Kata Puan
Siniar berbasis literasi yang membagikan pengalaman rasa & menghadirkan para perempuan dari berbagai lini kehidupan untuk bercerita soal penerimaan diri, kehilangan, duka, cinta, dan renjana.
Listen on
Where to listen
Apple Podcasts Logo

Apple Podcasts

Breaker Logo

Breaker

Google Podcasts Logo

Google Podcasts

Overcast Logo

Overcast

Pocket Casts Logo

Pocket Casts

PodBean Logo

PodBean

RadioPublic Logo

RadioPublic

Spotify Logo

Spotify

Stitcher Logo

Stitcher

Puan Berkawan: dengan Vhie Saleindra & Idha Umamah
Episodes with music are only available on Spotify.
Puan Berkawan adalah segmen kecil spesial akhir tahun yang akan mengajakmu berkenalan dengan 2 #KawanPuan di setiap episode, berbagi tentang hidup pasca pandemi, apa yang sedang dirasakan, harapan untuk tahun depan, dan rangkuman tahun dalam satu lagu. Terima kasih kepada Vhie Saleindra (dari podcast Bandung Tanpa Kamu) & Idha Umamah (dari podcast I Think I Wanna Date You) yang hadir berbagi di episode perdana kali ini. Kalau kamu mau berbagi juga, rekam ceritamu lewat voice note berdurasi 5-7 menit dan kirimkan melalui email ke kata.puan@gmail.com. Dua #KawanPuan terpilih akan saya masukkan di episode berikutnya. Saya tunggu, ya.
30:20
September 27, 2021
Jika Suatu Hari
Bicara tentang Ramadhan, berarti kita bicara juga tentang kehidupan. Bagaimana sesungguhnya puasa menjadikan kita begitu dekat dengan diri sendiri dan Sang Pencipta. Jika Suatu Hari, adalah sebuah tulisan yang meyakini kehidupan, kebaikan, dan cinta-cinta macam itu. Oleh Baron Aritonang (https://www.instagram.com/kecewa.lama/) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:23
May 22, 2020
Cara Terakhir Mencintai
Terkadang, manusia tak punya pilihan selain menitipkan segalanya dalam doa dan harapan-harapan. Tapi apakah benar itu cinta? Apa bedanya dengan pelet dukun-dukun? Tulisan oleh Benie Ahmad (https://www.instagram.com/benieeeeeeeeee/) untuk Berpuasa & Berpuisi.
03:15
May 20, 2020
Ramadhan Tanpa Ibuku
Sebuah tulisan singkat tentang arti Ramadhan, rumah, Ibu, Bapak, dan segala kehilangan yang menjadikannya utuh sekaligus tak utuh. Tulisan oleh Azzukhruf Maulidia (https://www.instagram.com/abakuskayu/) untuk Berpuasa & Berpuisi.
04:05
May 18, 2020
Aku Ingin Melihatmu
Bersamamu, tak ada Ramadan yang sama. Dan aku tak bisa pura-pura menyangkal, kalau dalam hati yang kuinginkan adalah melihatmu ada. Tulisan milik @lm.iluuul (https://www.instagram.com/lm.iluuul) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:13
May 15, 2020
Pertunjukan Drama Paling Jujur
Hidup memang si paling pandai membolak-balikkan rasa. Dan manusia bukan pemain sandiwara yang ulung. Memang sejatinya, cara terbaik menjalani drama kehidupan ialah dengan kejujuran. Tulisan ini ditulis dan dibacakan oleh Yunita Dewiyana dari Podcast Abjat Tersirat (https://www.instagram.com/abjadtersirat) untuk Berpuasa & Berpuisi.
06:40
May 13, 2020
Dapatkah Kutemukan Jalan Pulang?
Kita semua tanah, dan akan kembali pada tanah. Puisi ini menggambarkan kondisi pikiran manusia di saat-saat terendah dalam hidupnya. Harap untuk tidak memaknai secara literal. Tulisan oleh Vivian Stella (https://www.instagram.com/vistellcdn__/) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:04
May 11, 2020
Pesan Untuk Tuan
Hari-hari, berharap kau tahu. Dan ini tak melulu soal cinta. Sebab pada siapa aja, pada apa saja, hati bisa patah. Tulisan ini ditulis dan dibacakan oleh Saidah Ayu (instagram.com/@saaa.kkk_) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:13
May 08, 2020
Ramadhan Tahun Ini
Ramadhan tahun ini berbeda. Lebih sepi, lebih banyak waktu untuk merefleksikan diri. Tapi semoga saja segala yang baik tetap sama. Dan akhirnya, kita bisa memaknai Ramadhan dengan lebih baik lagi. Tulisan oleh Diah Sinta Pamungkas (https://www.instagram.com/diiadee/) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:36
May 06, 2020
Asal Muasal
Segala yang berjalan, dimulai dari suatu tempat. Hari ini, ingin mengajak teman-teman belajar untuk berani memulai. Siapa tahu, berakhir baik untuk kita. Tulisan oleh Muhammad Rifqi (instagram.com/penjururindu) untuk Berpuasa dan Berpuisi.
01:39
May 04, 2020
Hari ke-Tujuh
Bagaimana sejauh ini? Kuat? Bisa? Pasti bisa. Pasti segera terbiasa. Semangat dan salam hangat, dari saya di sini. Tulisan oleh Siti Sonia Aseka (instagram.com/sitisoniaaseka) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:08
May 01, 2020
Manusiawi
Sebuah bacaan singkat untuk mengingatkan manusia agar bergerak menuju kemanusiawian. Tulisan oleh Sayed Halik (https://www.instagram.com/sayedhalik/) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:10
April 29, 2020
Para Pendosa
Kita pernah sama-sama berdosa karena tidak saling berusaha untuk mempertahankan. Kau pergi. Aku pergi. Dan kita tak lagi ada. Tulisan milik @khddazizi untuk Berpuasa & Berpuisi.
01:53
April 27, 2020
Berpuasa
Hari ini, kita memulai lagi perjalanan menuju baru, menuju suci. Dengan segenap hati yang tulus, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk teman-teman yang menjalankannya. Hendaknya sepanjang bulan suci Ramadan, Yang Maha memberi kemudahan, kesabaran, dan ketulusan. Tulisan oleh Azzukhruf Maulidia (instagram.com/abakuskayu) untuk Berpuasa & Berpuisi.
02:34
April 24, 2020
Soal Bersyukur dan Perbandingan
Ditulis karena terkadang, kita kehilangan esensi memiliki sedikit dan secukupnya, hanya karena kita tahu orang lain bisa punya yang lebih. Semoga senantiasa bersyukur. Sampai sini saja sudah baik adanya. #SobatPodcastSpotify
02:04
March 04, 2020
Untuk Cindy
Ditulis untuk seorang teman yang cinta dalam hidupnya, ialah teman-teman. Untuk semua Cindy di manapun berada, selamat merayakan namamu.
01:41
February 19, 2020
Untuk Ani
Ditulis untuk seseorang bernama Ani: seperti mendiang ibu negara kita. Pada nama itu, melekat kegigihan. Selamat merayakan namamu, Ani.
01:38
February 17, 2020
Untuk Larasati
Ditulis untuk seseorang bernama Larasati, yang atas cintanya pada musik, kita belajar menyederhanakan hidup yang rumit. Semoga benar adanya: tawa, syukur, dan lagu,  yang akhirnya menyelamatkan kita.
01:41
February 12, 2020
Untuk Putri
Ditulis untuk seorang teman bernama Putri, atas kekuatan dan kegigihannya. Semoga kau menemukan apa yang kau cari, selalu. 
02:16
February 10, 2020
Untuk Mesia
Ditulis untuk kekuatan setegar batu karang dan penyerahan diri paling syahdu sedunia. Selamat merayakan namamu, Mesia.
01:30
February 05, 2020
Untuk Nur
Ditulis untuk kebaikan hati seseorang yang pada lainnya, membawa cahaya. Selamat merayakan namamu, Nur.
02:08
February 03, 2020
Era Kolaborasi Kata Puan: Sebelas
"Maka perang ini, untuk Sinta. Dan ia membara, semata-mata karena cinta." - Era Kolaborasi Kata Puan ke-sebelas, saya membacakan puisi Akulah Rahwana karya Muhammad Ikhsan (instagram: @muhikhsan21), dengan perubahan. Selamat menikmati.
02:43
November 27, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Sepuluh
"Kita sama-sama lupa, menutup jendela di ruang kosong bernama hati."
02:08
November 20, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Sembilan
"Tapi kini aku menguarkan ambisiku jauh ke langit. Ke tempat Kau ada, Tuhan. Aku tuturkan khawatir, keraguan, dan mimpiku untuk menemuiMu. Untuk Kau lepaskan, di waktu paling tepat." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-sembilan, bersama Fiksionalisme (@fiksionalisme).
01:29
September 25, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Delapan
"Pada cinta, dan segala tentangnya." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-delapan, saya membacakan puisi karya Assyafiul Musyafa (@syafi_mustava), dengan perubahan.
01:17
September 19, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Tujuh
"Aku, kamu. Kita berdua meramu ragu. Tak ada yang salah. Hanya pertemuan dua hati yang sama-sama patah." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-tujuh, saya membacakan puisi karya Hilda Purnamasari, dengan perubahan.
01:13
September 11, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Enam
"Di luar senyap. Di dalam, hatiku kacau balau." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-enam, saya membacakan puisi karya Salsabila Mutiara (@salsabilaaamtr), dengan perubahan.
02:04
September 09, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Lima
[Gunakan perangkat headset atau headphone] - "Dari jauh, sungguh sanggupku hanya dari jauh, selalu. Bayangmu terkunci dalam bola mataku." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-lima, saya membacakan puisi Seni Mencintai karya Kequeen Palilati (@KekinSmileAgain), dengan perubahan.
02:18
August 27, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Empat
"Katanya rindu akan berserakan di halaman rumah. Katanya rindu akan bertandang pada ruang kosong berdebu itu. Katanya rindu akan selalu menepi." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-empat, saya membacakan puisi Kepada yang Pergi karya Zakia Ashif, dengan perubahan.
01:48
August 21, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Tiga
"Kudapati rindu berserak berai, lalu kupunguti satu demi satu. Kini, semuanya utuh. Menjadi kamu." - #EraKolaborasiKataPuan yang ketiga, saya membacakan puisi Kepada Kamu yang Ditunggu Ibu, karya Akhmad Idris (@elakhmad), dengan perubahan.
03:37
August 20, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Dua
"Bisakah aku tetap berharap? Di kemudian hari, aku menunggu yang tak tetap. Entah besok, entah lusa, bahkan sampai aku tiada." - #EraKolaborasiKataPuan yang kedua, saya membacakan tulisan karya Talitha E. A (@talithaers), dengan perubahan. Selamat menikmati, cinta yang patah.
01:08
August 19, 2019
Era Kolaborasi Kata Puan: Satu
"Aku selalu tahu, bahwa kau lebih dari itu." - #EraKolaborasiKataPuan yang pertama, bersama Laras Ardhia (@larasardhia).
01:04
August 16, 2019
berduka di hari baik.
"Hari ini hari besar. Aku cemas. Sebab, di hari paling baik sekalipun, aku bisa berduka."
03:13
April 10, 2019
sesadar-sadarnya, percaya.
"Menyediakan ruang untuk jatuh, untuk patah, untuk hancur, untuk tumbuh. Sebaik-baiknya, sesadar-sadarnya."
00:60
April 08, 2019