Podcast Suara Puan

Podcast Suara Puan

By Kata Puan
Berisi literasi dan baca puisi oleh @kata.puan. Tayang setiap Senin, Rabu, dan Jumat: untuk menggenapkan hari-hari ganjil.
Where to listen
Apple Podcasts Logo
Breaker Logo
Google Podcasts Logo
Overcast Logo
Pocket Casts Logo
PodBean Logo
RadioPublic Logo
Spotify Logo
Stitcher Logo
Puisi Tentang Warna: Biru
Ditulis untuk mengingat langit,  laut, dan cinta Ibuku. Tiga warna yang menjadikanku satu: biru.
01:39
January 22, 2020
Puisi Kata Puan: Tiada Hari Tanpa
Ditulis dengan kenyataan bahwa pada beberapa hari, kita tak tahu bagaimana melaluinya tanpa sesuatu. Rindu, misalnya.
01:15
January 20, 2020
Surat Cinta Untuk Pacarku #1
Mari, kita sayang-sayangan!
01:37
January 17, 2020
Puisi Tentang Warna: Jingga
Sore. Buah kesukaan Ibu. Warna bibirku. Jingga; jingga.
02:10
January 15, 2020
Puisi Kata Puan: Jaminan
Ditulis dengan menyadari bahwa mungkin bukan jarak, bukan pula kehilangan. Yang sering tak berjalan baik, adalah kita kehilangan rasa percaya. 
01:41
January 13, 2020
Puisi Kata Puan: Merayakan Kata
Ditulis untuk kolaborasi bersama @duainsanstudio di @ruangboho. Terima kasih banyak, sudah mau menjadi pintu yang membuka jalannya Rupa.
02:35
January 10, 2020
Puisi Tentang Warna: Merah
Ditulis dengan menyadari bahwa setiap orang punya warna. Dan ia, merah.
02:08
January 8, 2020
Puisi Kata Puan: Tahun Baru
Ditulis setelah tahun sudah berganti dalam pemahaman bahwa tidak ada ucapan tahun baru yang terlalu terlambat. Juga, hari ini ulang tahun saya. Jadi, selamat merenung-renung. Tahun ini, lebih banyak cinta untuk diri sendiri, ya?
01:42
January 6, 2020
Puisi Kata Puan: Rumah Kita
Ditulis sewaktu banjir dalam kekhawatiran akan naiknya air. Selamat tidur, mimpi buruk. 
02:40
January 3, 2020
55. Merawat Anjing Sakit
Episode terakhir di tahun ini [juga season ini] bicara tentang hewan peliharaan dan bagaimana mereka mengajarkan kita caranya mencintai, menghargai, serta memaafkan. Bukan terhadap siapapun, melainkan pertama-tama, terhadap diri sendiri. Selamat tahun baru, semua! Jumpa tahun depan, ya!
02:00
December 30, 2019
54. Hari Raya
Ditulis karena cinta ada bermacam-macam. Selamat hari raya, teman-teman. Semoga cerita ini hanyalah fiksi belaka. 
01:27
December 25, 2019
53. Sepotong Surat Untuk Anakku
Di hari Ibu ini, saya ingin mengambil sudut pandang seorang Ibu. Supaya mendengarkannya, kita ingat akan cinta Ibu yang tak berkesudahan. Akhirnya, untuk para Ibu di manapun berada, selamat merayakan harimu.
01:04
December 21, 2019
52. La Dolce Vita
Hidup terlalu manis untuk dibanding-bandingkan, padahal hidup orang lain  belum tentu juga lebih baik daripada kita. Maka bersama ini, selamat merenung-renungkan manisnya hidup!
01:55
December 18, 2019
51. Cabang Rindu
"Aku seperti meyakini bahwa ada rindu yang tak perlu dinyatakan, cinta yang tak perlu berisik."
02:18
December 11, 2019
50. Pagi Penuh Doa
"Pagi ini ada namamu muncul. Baru aku sadar. Betapa damainya, pagi yang seperti ini." - Ditulis atas kekhawatiran akan penggunaan media sosial yang berlebihan.
02:49
December 3, 2019
49. Era Kolaborasi Kata Puan: Sebelas
"Maka perang ini, untuk Sinta. Dan ia membara, semata-mata karena cinta." - Era Kolaborasi Kata Puan ke-sebelas, saya membacakan puisi Akulah Rahwana karya Muhammad Ikhsan (instagram: @muhikhsan21), dengan perubahan. Selamat menikmati.
02:43
November 27, 2019
48. Era Kolaborasi Kata Puan: Sepuluh
"Kita sama-sama lupa, menutup jendela di ruang kosong bernama hati."
02:08
November 20, 2019
47. Horrornya Cinta Tak Saling Tahu (bersama podcast Do You See What I See)
Cinta kita seperti hantu. Tak ada yang tahu. Tapi mungkin nanti. Suatu hari. - Disuarakan oleh saya dan @mizter.popo dari podcast Do You See What I See. Ternyata cinta bisa horror juga.
04:52
November 15, 2019
46. Sajak Cinta
Tulisan ini lagi-lagi ditulis oleh Putri [instagram: @chzjonas], seorang teman yang pandai bertutur dan bercerita. Saya tidak tahu apa yang ia pikirkan. Mungkin juga tulisan ini manifestasi kejadian nyata yang pernah terjadi di masa lampau. Entahlah. Saya mohon ijin membacakannya, ya. Saya suka sekali, soalnya.
01:04
November 3, 2019
45. Kau Jelek Bagaimana?
[Audio Version] "Tuhan, mengapa Kau ciptakan wujud manusia berbeda-beda?"
01:26
October 22, 2019
44. Kerdil
Tulisan ini ditulis oleh seorang kawan baik saya. Christya Putri namanya. Kau bisa temukan profilnya di @chzjonas [Instagram]. Menurut saya, ia penulis yang piawai. Dan tentu saja, tulisan ini--meski menggunakan kata ganti orang ketiga, saya yakin, bercerita tentangnya sendiri. Menarik sekali, pikir saya pertama kali baca tulisannya. Isi kepalanya itu, kemampuannya itu.. membuat saya yakin, tulisan punya kekuatan. - Terima kasih banyak, Putri. Tulisanmu secantik namamu. Dan dengan episode ini, saya ijin hiatus dari podcast, sampai dua minggu ke depan. Doakan saya, sebab ada kompetisi yang harus diemban, dan bendera Indonesia yang berharap bisa dikibarkan di belahan dunia sebelah sana. Ada apa lagi? Saya tidak tahu. Nanti saya ceritakan.
01:58
October 4, 2019
43. Era Kolaborasi Kata Puan: Sembilan
"Tapi kini aku menguarkan ambisiku jauh ke langit. Ke tempat Kau ada, Tuhan. Aku tuturkan khawatir, keraguan, dan mimpiku untuk menemuiMu. Untuk Kau lepaskan, di waktu paling tepat." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-sembilan, bersama Fiksionalisme (@fiksionalisme).
01:28
September 25, 2019
42. Era Kolaborasi Kata Puan: Delapan
"Pada cinta, dan segala tentangnya." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-delapan, saya membacakan puisi karya Assyafiul Musyafa (@syafi_mustava), dengan perubahan.
01:17
September 19, 2019
41. Era Kolaborasi Kata Puan: Tujuh
"Aku, kamu. Kita berdua meramu ragu. Tak ada yang salah. Hanya pertemuan dua hati yang sama-sama patah." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-tujuh, saya membacakan puisi karya Hilda Purnamasari, dengan perubahan.
01:13
September 11, 2019
40. Era Kolaborasi Kata Puan: Enam
"Di luar senyap. Di dalam, hatiku kacau balau." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-enam, saya membacakan puisi karya Salsabila Mutiara (@salsabilaaamtr), dengan perubahan.
02:03
September 9, 2019
39. Era Kolaborasi Kata Puan: Lima
[Gunakan perangkat headset atau headphone] - "Dari jauh, sungguh sanggupku hanya dari jauh, selalu. Bayangmu terkunci dalam bola mataku." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-lima, saya membacakan puisi Seni Mencintai karya Kequeen Palilati (@KekinSmileAgain), dengan perubahan.
02:17
August 27, 2019
38. Era Kolaborasi Kata Puan: Empat
"Katanya rindu akan berserakan di halaman rumah. Katanya rindu akan bertandang pada ruang kosong berdebu itu. Katanya rindu akan selalu menepi." - #EraKolaborasiKataPuan yang ke-empat, saya membacakan puisi Kepada yang Pergi karya Zakia Ashif, dengan perubahan.
01:48
August 21, 2019
37. Era Kolaborasi Kata Puan: Tiga
"Kudapati rindu berserak berai, lalu kupunguti satu demi satu. Kini, semuanya utuh. Menjadi kamu." - #EraKolaborasiKataPuan yang ketiga, saya membacakan puisi Kepada Kamu yang Ditunggu Ibu, karya Akhmad Idris (@elakhmad), dengan perubahan.
03:37
August 20, 2019
36. Era Kolaborasi Kata Puan: Dua
"Bisakah aku tetap berharap? Di kemudian hari, aku menunggu yang tak tetap. Entah besok, entah lusa, bahkan sampai aku tiada." - #EraKolaborasiKataPuan yang kedua, saya membacakan tulisan karya Talitha E. A (@talithaers), dengan perubahan. Selamat menikmati, cinta yang patah.
01:07
August 19, 2019
35. Era Kolaborasi Kata Puan: Satu
"Aku selalu tahu, bahwa kau lebih dari itu." - #EraKolaborasiKataPuan yang pertama, bersama Laras Ardhia (@larasardhia).
01:03
August 16, 2019
34. Kepada Lelaki yang Jauh
"Semoga baik-baik saja di pulau seberang, di negeri orang, di mana pun.. di mana pun kau ada."
01:42
August 8, 2019
33. Posesif (dalam kolaborasi bersama podcast Teman Tidur)
Bersama tulisan ini, saya dan Dera mempersembahkan Posesif. Katanya cinta tidak mengekang. Ataukah cinta tidak mengerti? - Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya pada Dera Firmansyah dari podcast Teman Tidur. Semoga kebaikan ini senantiasa hidup di hati pendengar. Dan padamu pula, segala kebaikan. 
01:32
August 3, 2019
32. Puisi Senada
"... ruang yang kubutuhkan, untuk membutuhkanmu." Puisi cinta untukmu, kutulis dengan senada.
02:26
July 29, 2019
31. Yang Didoakan Kala Malam
Terkadang dalam hidup ini, kita dihadapkan pada berbagai peluang baik yang kita abaikan. Seringkali kita menyayangkan, "seandainya dulu peluang itu kujalani." Tapi kehidupan ialah sebuah perjalanan. Dan seni dari menikmatinya,  adalah dengan dijalani bersama. Jadi, tidak apa-apa untuk tidak memilih. Tidak apa-apa untuk tidak berlari pergi. Hidup tidak harus masif, hidup tidak harus meledak-ledak. Peluang yang sama tidak datang dua kali, tapi bukan berarti tak ada peluang sama sekali.
02:22
July 24, 2019
30. Tentang Senja (dalam kolaborasi bersama @ceritatentangsenja)
"Tapi perihal kemustahilan, dunia mengajarkan kita untuk percaya sebaliknya."
02:00
July 19, 2019
29. Carmen Arboris Mundi
"Meski demikian, sebatang pohon purba tahu, ia bermakna dengan memberi makna."
03:55
July 16, 2019
28. Hanya Kamu
Hanya kamu. Benar-benar, hanya kamu.
02:57
July 13, 2019
27. Pemabuk
Cinta punya kesedihan dan bahagianya sendiri-sendiri. Tapi kala itu, cerita bahagia.
01:41
July 12, 2019
26. Sudut Jakarta yang Lebih Gelap
"Dan dalam balutan jubah doa, tuturku, semoga aku tetap hidup sampai semua ini selesai." - Minggu yang melelahkan. Berakhirlah segera.
03:19
July 8, 2019
25. Antara Dua Dunia
Dalam diri setiap orang, ada dua dunia. Ada hingar bingar hutan yang hidup dan menyala. Ada pula ruang hampa yang memekakkan telinga. Tulisan ini adalah penggambaran dari apa-apa saja yang membangun kita, yang baiknya diterima dan dirangkul keberadaannya. Sebab, itu yang menjadikan eksistensi kita. Hidup kita.
04:40
July 3, 2019
24. Pulang dan Rindu
(menangis)
03:41
July 1, 2019
23. Seribu Wajah Tuhan
Kita tidak sendiri. Sama sekali. Rasa-rasa buruk itu, hadapilah. Esok, hari baru. Harapan baru.
04:18
June 24, 2019
22. Cerita Minggu
"Kuharap suatu hari, ketika kita sudah lebih siap, kita bertemu di suatu Minggu, kemudian kita bisa saling mendewasakan. Untuk sementara waktu, dunia ini ada dalam genggamanmu. Dan kau, dapat memilih apapun. Apapun, siapapun."
05:53
June 19, 2019
21. Hidup dan Pertanyaan
"Diamlah. Diam saja. Kau akan temukan jawabanmu dalam tenang. Tapi kau harus benar-benar tenang. Itu. Itu, yang butuh waktu."
02:23
June 14, 2019
20. Kepada Hati yang Sedang Hancur-hancurnya
"Kita baru paham sakitnya, ketika kehilangan membuat kita merasakan, sekaligus berhenti merasakan."
01:59
June 11, 2019
19. Tentang Perasaan
"Aku mencintaimu tanpa beban, tanpa rasa-rasa khawatir, tanpa menuntutmu untuk jadi sama sepertiku. Selama kau ada, selama kau di sini, ada bersamaku."
02:06
June 9, 2019
18. Antara Perempuan dan Wanita
"Sebab semata-mata Perempuan jatuh cinta pada petualangan. Petualangan, dan harta, tentu saja."
02:36
June 7, 2019
17. Warna [Sebuah Pertanyaan]
"Adakah bentuk kontinu dari setiap duka yang menguar di udara? Aku yakin ada. Sebab, bagaimana mungkin manusia bisa terlihat begitu agung dalam kerapuhan ketika diselubungi duka?"
03:13
June 6, 2019
16. Beling [Akan Pribadi Terdalam]
"Apa rasanya jika bulir-bulir air matamu mengeras menjadi kaca? Dalam versi yang lebih buruk, yang jadi remah-remah roti kuda lumping.. Rupa yang kita sebut beling. Apa rasanya?
03:21
June 5, 2019
15. Menemukan Surga
"Sejatinya kurasa, pada beberapa orang, ada benang tak kasat mata yang mengatasi jarak yang luar biasa."
03:26
May 29, 2019
14. Kebun Belakang Rumah Nenek
"Bunga-bunga di kebun belakang berwarna-warni. Seperti kehidupan, dan pilihan hidup manusia."
08:05
May 23, 2019
13. Pemahaman, Nelangsa, Menjelma, dan Diri
"Ada kalanya, hati manusia harus belajar caranya mengikhlaskan, Bu."
05:57
May 21, 2019
12. Kita, Bisa
Untuk segala sangsi, pertanyaan, ketidakyakinan, dan putus asa. Kita, bisa.
00:46
May 14, 2019
11. Surat Cinta
Sebuah tulisan yang saya tulis sudah lama sekali, waktu saya sedang hati-hati dalam jatuh cinta. Hari ini, rasa itu masih ada, hadir lebih berani. Lebih nyata. Sebab, lelaki itu sudah tahu.
04:28
May 10, 2019
10. Batu dan Asam
"Korosif penuh. Penyerahan total. Meluruh, tak bernafas. Habis. Habis."
01:00
May 9, 2019
09. Rinduku, Milikmu
"Dan pada angin yang sama, ku harap kau tahu. Rinduku, milikmu."
01:00
May 8, 2019
08. Karena Selalu
"Maka aku menulismu, selalu. Untukmu. Karena aku jatuh cinta, selalu. Selalu.
03:34
May 2, 2019
07. Sepiring Berdua
"Ada semoga dalam cegukan dan perut kekenyangan. Semoga, yang kita tahu apa."
02:12
April 30, 2019
06. Pulang pada Senja
"Maka seperti rumah, pada senja dan cerita-cerita tentangnya, aku pulang."
01:00
April 25, 2019
Berkenalan dengan Kata Puan
Salam kenal, semuanya. Di podcast kali ini, saya hanya ingin bicara, menjawab pertanyaan, supaya teman-teman tahu hati saya. Semoga suatu hari kita bisa saling menyapa ya. Terima kasih banyak sudah hadir.
11:30
April 25, 2019
05. Memeluk Bulan
"Maka apapun peranmu dalam semesta, jadilah."
01:52
April 23, 2019
04. Cerita Rabu
"Lalu kau, dan kau, dan kau, dan kau.. karena kau hadir berkali-kali, hanya akan menjadi sekadar hari."
03:22
April 20, 2019
03. Gadis Lagu [Sebuah Kecintaan]
"Ia lagu yang ada di antara mereka. Ia lagu yang mengharu biru. Ia lagu alam yang berbahagia."
04:09
April 16, 2019
02. Tentang Hari Baik
"Hari ini hari besar. Aku cemas. Sebab, di hari paling baik sekalipun, aku bisa berduka."
03:13
April 10, 2019
01. Sesadar-sadarnya, Percaya
"Menyediakan ruang untuk jatuh, untuk patah, untuk hancur, untuk tumbuh. Sebaik-baiknya, sesadar-sadarnya."
00:59
April 8, 2019