uTara

uTara

By Tempo Institute
uTara podcast menyajikan obrolan yang ringan tapi perlu didengarkan. Kita akan berbicara soal bangsa, bahasa atau apa saja. Di uTara kami mendatangkan pakar, tokoh publik, hingga awak redaksi TEMPO. Selamat mendengarkan uTara.
More places to listen

More places to listen

uTara #9 – Kebijakan Berbasis Data Saja Bisa Salah, Apa Lagi Wangsit?
Mayang Rizky, peneliti dari Lembaga Riset SMERU berbicara soal kebijakan pemerintah berbasis data/bukti. “Kebijakan yang berpijak data saja bisa salah, apa lagi yang tanpa data,” ujar Mayang. Ia menambahkan bahwa menyampaikan hasil riset ke pemangku kebijakan juga masih berkendala. Padahal hasil riset yang dilakukan oleh lembaga penelitian bisa memudahkan pemerintah dalam membuat kebijakan. Lalu seberapa kuat publik menginginkan kebijakan yang berbasis data? Dengarkan percakapan lengkap Mayang Rizky dan Gita Putri Damayana di #uTarapodcast eps #9.
32:56
July 9, 2019
uTara #8 - Kenapa Indonesia Tertinggal dari Korea dan Taiwan?
uTara #8 - Chairil Abdini, Sekretaris Jendral Akademi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) berbicara soal dana abadi dan solusi ideal pendanaan riset di Indonesia. "Bangsa yang mengusai sains dan teknologi itu bangsa yang maju," ujar Chairil membuka perbincangan. Ia kemudian memaparkan kisah empat negara, Korea, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia. Keempat negara tersebut berada di bawah kependudukan Jepang saat perang dunia kedua tapi nasib pendapatan per kapita keempat negara tersebut berbeda. "Korea dan Taiwan investasi di bidang ilmu pengetahuan, sehingga membantu percepatan pertumbuhan ekonomi," tambah Chairil.  Dengarkan percakapan lengkap Chairil Abdini dan Gita Putri Damayana di #uTarapodcast eps #8.
36:35
June 27, 2019
uTara #7 - Hijrah ke Suriah, Hingga jadi Ahli Ruqyah
Wartawan Tempo Husein Abri Dongoran menemui orang Indonesia di Suriah. Husein menembus Raqqah, Suriah, ibu kota ISIS yang kini porak-poranda. Menemui simpatisan ISIS yang terlunta-lunta di kamp pengungsian. Bagaimana proses liputan perang yang dilakukan Husein? Dengarkan podcast uTara episode #7 yang dipandu oleh Qaris Tajudin dari Tempo Institute.
19:53
June 20, 2019
uTara #6 - Kebijakan Tanpa Riset, Kebijakan Tanpa Arah
Tri Nuke Pudjiastuti Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berbincang bersama Gita Putri Damayana di podcast uTara episode 6. Nuke berbicara soal kebijakan publik yang ideal untuk dirancang dan dibuat. Salah satu syaratnya adalah keterlibatan publik dalam rancangan kebijakan, melalui riset yang memiliki data yang kuat sebuah kebijakan akan menjadi kebijakan yang menjawab permasalahan publik. Nuke juga menceritakan perjalanannya sebagai ilmuwan perempuan dan tantangannya. Kalau penelitian yang sekadar meneliti akan berbeda dengan penelitian untuk kebijakan. Apa bedanya? dengarkan di #uTarapodcast eps #6.
37:36
June 18, 2019
uTara #5 - Tempo, berdiri di sisi mana?
Netral dan independen adalah hal berbeda, Syailendra Persada Editor Kanal Nasional TEMPO.CO membuka perbincangan di #uTarapodcast. Alya dari Tempo Institute memberondong pertanyaan soal keberpihakan dan sikap TEMPO. Mungkin kah liputan TEMPO bias karena preferensi politik pribadi dari awak redaksinya? Kira-kira apa jawaban Lendra? Dengarkan #uTarapodcast episode kelima dari Tempo Institute. #uTarapodcast dari Tempo Institute uTara akan menyajikan obrolan yang ringan tapi perlu didengarkan. Kita akan berbicara soal bangsa, bahasa atau apa saja. Di uTara kami mendatangkan pakar, tokoh publik, hingga awak redaksi TEMPO. uTara dapat Anda nikmati di Anchor, Spotify, website Tempo Institute, dan kanal video.tempo.co.   Episode lainnya: uTara #4 – Resensi Buku Zucked: Gelagat Buruk Facebook uTara #3 – Media di Jerman, Pembaca Ikut “Rapat Redaksi” uTara #2 – Giliran Nelayan dan Petani Bicara Industri 4.0 uTara #1 – Kalau Ditumpuk, Hasil Penelitian Bisa Sampai ke Bulan, ujar Berry Juliandi ALMI
32:51
June 12, 2019
uTara #4 - #ulasbuku Zucked: Gelagat Buruk Facebook
Mardiyah Chamim, pendiri Tempo Institute menceritakan buku berjudul "Zucked" yang sedang ia baca. Kata Zucked sebenarnya pelesetan dari nama pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Mungkin juga pelesetan dari sebuah kata berbahasa Inggris, bisa menebak kata apa? Mardiyah akan membahas buku tulisan Roger McNamee ini bersama podcaster uTara, Qaris Tajudin. Roger McNamee pernah menjadi investor di masa awal Facebook berdiri, tahun 2004 ketika masih startup kecil. Mark menemui Roger ketika Yahoo! tertarik untuk membeli Facebook, kala itu Mark meminta pendapatnya. Tapi Roger kini malu telah menjadi bagian dari Facebook. Facebook yang ia rasa bersih dan tak bersalah, kini muncul dengan wajah buruk. Sebut saja sekandal cambridge analytica, fake news, hate speech juga privasi data. Lantas bagaimana facebook berhasil membuat penggunanya tetap kecanduan scrolling? Dengarkan #uTarapodcast episode keempat dari Tempo Institute. 
16:40
May 24, 2019
uTara #3 – Di Jerman, Pembaca Ikut "Rapat Redaksi"
  Podcast uTara kedatangan tamu dari dapur redaksi Tempo. Bagja Hidayat, redaktur pelaksana investigasi di majalah Tempo, akan bercerita soal pengalamannya bertamu ke berbagai media besar di Jerman. Di episode uTara #3 – Di Jerman, Pembaca Ikut "Rapat Redaksi" ini Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute akan memandu podcast. Bagja diundang oleh UNESCO untuk mengunjungi 14 kantor media di Jerman selama dua pekan di bulan Desember 2018. Ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari, yang pertama adalah betapa independennya media-media di Jerman. Kedua soal bisnis media saat menghadapi distrupsi internet. Ketiga adalah kolaborasi investigasi, cara media di Jerman  melakukan kolaborasi untuk investigasi. Bagja juga menceritakan ada seorang wartawan Jerman yang ketahuan membuat berita palsu. Padahal media di Jerman sudah cukup ketat melakukan cek fakta secara internal juga eksternal. Media di Jerman sangat independen dan tak tergantung pada yang lain. Bagja sempat berkunjung ke koran harian Die Tageszeitung berideologi kiri liberal. Die Tageszeitung awalnya adalah koran mahasiswa yang didirikan tahun 1970-an dan mendapat banyak pembaca. Tapi tahun 1990-an media ini terancam bangkrut. Lalu mereka mencari  jalan keluar supaya terlepas dari ancaman kebangkrutan. Kemudian mereka mendapatkan tawaran menyambung nyawa dari iklan wajib militer, padahal ideologi mereka antimiliter. Akhirnya iklan itu diterima, uniknya iklan "wajib militer" itu ditaruh bersebelahan dengan iklan "jangan ikuti wajib militer." Pembaca media di Jerman juga diajak untuk kolaborasi dengan redaksi. Redaksi mengumpulkan aspirasi dari pembacanya, masalah apa yang ingin diangkat lalu diterbitkan menjadi liputan. Bahkan sampai ke tahap advokasi ke pemerintah lokal setelah hasil liputan terbit. Ikhwal disrupsi, media cetak di Jerman justru tak mengalami disrupsi oleh media daring. Hal yang mengejutkan lagi jumlah cetak justru meningkat, terutama setelah kolaborasi dengan pembaca dilakukan dan liputan investigasi. Faktor lainnya juga kebiasaan membaca yang bagus di Jerman, masyarakat masih suka membaca media cetak. Bagja juga bercerita kalau pun membaca media online, umumnya mereka membaca berita yang berlangganan. Isi artikelnya berupa long form, artikel panjang yang mendalam, berbeda dengan berita online hard news yang mainstream di Indonesia. Kira-kira apa lagi obrolan menarik lainnya? Dengarkan #uTarapodcast episode ketiga dari Tempo Institute.
26:13
May 16, 2019
uTara #2 - Giliran Nelayan dan Petani Bicara Industri 4.0
Giliran nelayan dan petani bicara soal revolusi industri 4.0 Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho bicara soal potensi revolusi industri 4.0 di #uTarapodcast. Akedemisi dan peniliti ini juga percaya Indonesia sudah siap untuk menghadapi revolusi industri 4.0, bahkan nelayan dan petani pun bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengingkatkan produktivitas. Yanuar bercerita banyak kepada Gita Putri, misalnya soal anak 13 tahun yang ia temui jualan sabun di instagram sampai dengan artificial intelligence yang mampu mendeteksi orang dengan kecenderungan ingin bunuh diri. Indonesia sudah siap, hanya saja kita jangan hanya jadi penikmat tapi juga pembuat ujar Yanuar. Kira-kira apa lagi obrolan lainnya? Dengarkan #uTarapodcast episode kedua dari Tempo Institute. #uTarapodcast dari Tempo Institute uTara akan menyajikan obrolan yang ringan tapi perlu didengarkan. Kita akan berbicara soal bangsa, bahasa atau apa saja. Di uTara kami mendatangkan pakar, tokoh publik, hingga awak redaksi TEMPO. Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute akan berbincang soal jurnalistik dan literasi bersama tamu. Gita Putri Damayana, peneliti dari PSHK akan membawakan uTara bertemakan #riset.  uTara dapat Anda nikmati di Anchor, Spotify, website Tempo Institute, dan kanal video.tempo.co.  
49:32
April 24, 2019
uTara #1 - Kalau Ditumpuk, Hasil Penelitian Bisa Sampai ke Bulan
Tumpukan Hasil Penelitian Bisa Tinggi Sampai ke Bulan, Apa Sudah Digunakan untuk Bangsa? Di #uTarapodcast episode 1, Berry Juliandi, Sekjen Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) berbincang bersama pembawa acara Gita Putri Damayana soal #riset, khususnya kebijakan pemerintah yang tak selalu berpijak pada hasil riset atau data. Peneliti neuro-science dari IPB ini juga berbicara soal pandangannya terhadap kelembagaan riset di Indonesia. Menurut Berry bukan lembaga baru atau dana tambahan yang paling dibutuhkan ilmuwan. Lalu apa? yuk! dengarkan #uTarapodcast episode pertama dari Tempo Institute. #uTarapodcast dari Tempo Institute uTara akan menyajikan obrolan yang ringan tapi perlu didengarkan. Kita akan berbicara soal bangsa, bahasa atau apa saja. Di uTara kami mendatangkan pakar, tokoh publik, hingga awak redaksi TEMPO. Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute akan berbincang soal jurnalistik dan literasi bersama tamu. Gita Putri Damayana, peneliti dari PSHK akan membawakan uTara bertemakan #riset.  uTara dapat Anda nikmati di Anchor, Spotify, website Tempo Institute, dan kanal video.tempo.co.
28:25
April 11, 2019
uTara eps 0 - Podcast dari Tempo Institute
 #uTarapodcast dari Tempo Institute uTara akan menyajikan obrolan yang ringan tapi perlu didengarkan. Kita akan berbicara soal bangsa, bahasa atau apa saja. Di uTara kami mendatangkan pakar, tokoh publik, hingga awak redaksi TEMPO. Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute akan berbincang soal #dapurjurnalis dan #bicarabuku bersama tamu. Gita Putri Damayana, peneliti dari PSHK akan membawakan uTara bertemakan #riset.   uTara dapat Anda nikmati di Anchor, Spotify, website Tempo Institute, dan kanal video.tempo.co. 
00:13
April 11, 2019
Make your own podcast for free with Anchor!